Sabtu, 16 Januari 2016

Self Leadership

Tiga hukum dasar tentang bagaimana seseorang mau melakukan sesuatu, yaitu:

1.       Seseorang baru akan mengerjakan sesuatu ketika suka dan senang melakukannya.

2.       Orang mungkin akan melakukan sesuatu karena terpaksa atau takut suatu ancaman.

3.       Seseorang akan melakukan sesuatu karena sudah menjadi “kewajibannya” namun ia akan kehilangan semangat dalam melakukannya.

 

Ref: Muhammad SAW The Super Leader Super Manager hal. 70

Sabtu, 19 Desember 2015

Quantum Avatar Empowering Belief

 “Keyakinan Anda menentukan tindakan Anda dan tindakan Anda menentukan hasil Anda, tetapi pertama-tama Anda harus yakin.’

Mark Victor Hansen

 

“Ukuran kesuksesan Anda bergantung pada ukuran keyakinan Anda.”

David J. Schwartz


Anda telah membuat well-formed outcome dengan baik dan mewujudkannya dengan tindakan nyata dalam kehidupan. Anda pun juga telah menyadari diri Anda dengan kelebihan-kelebihan Anda dan mengembangkannya terus menerus. Satu hal yang dapat mendukung kelancaran tindakan Anda mencapai outcome adalah keyakinan (belief).

Keyakinan adalah kondisi atau keadaan percaya dalam Diri Anda terhadap sesuatu pada tingkat yang tinggi. Keyakinan dapat bersifat universal dan kebenarannya dapat dibuktikan oleh siapapun. Contohnya : matahari terbit di timur dan terbenam di barat, bumi berputar mengelilingi matahari, satu tahun terdiri dari 12 bulan dan sebagainya.

Keyakinan dalam diri manusia ada yang bersifat pribadi atau kita namakan saja keyakinan pribadi. Keyakinan ini terbentuk dari keluarga, agama, pendidikan, lingkungan pergaulan, guru, media dan lain-lain. Keyakinan pribadi ini berisi tentang kehidupan sehari-hari yang bersifat umum seperti pekerjaan, keuangan, manusia dan hal-hal khusus seperti keyakinan dalam mencapai outcome. Keyakinan pribadi dapat menjadi dibagi dalam keyakinan yang memberdayakan (
 empowering belief ) dan keyakinan yang membatasi (limiting belief ).

Berikut contoh empowering belief :

1.             banyak orang sukses maka saya juga bisa;

2.             saya memiliki kekuatan untuk mencapai outcome;

3.             memiliki kekayaan itu baik;

4.             mendapatkan uang itu mudah dengan cara tertentu;

5.             dan lain-lain.

Sedangkan contoh limiting belief :

1.             saya terlalu muda untuk sukses;

2.             orang kaya itu jahat, sehingga saya tidak perlu kaya;

3.             saya memiliki banyak kekurangan untuk sukses;

4.             sukses itu perlu modal besar;

5.             dan lain-lain.

Anda sekarang tentu setuju bahwa keyakinan yang memberdayakan adalah yang mendukung Anda mencapai outcome, sebaliknya keyakinan yang membatasi akan menghambat bahkan melakukan sabotase terhadap Anda. Namun seringkali banyak orang tidak menyadari dalam dirinya apa saja yang menjadi empowering belief dan apa saja yang limiting belief. Semuanya terkesan berjalan secara otomatis tanpa dapat dikendalikan.

Saya yakin Anda telah mengetahui sebabnya. Anda masih ingat bahwa kesadaran manusia terdiri atas kekuatan sadar ( 12 % ) dan bawah sadar ( 88 % ). Keyakinan-keyakinan yang telah mengendap di bawah sadar akan bergerak secara otomatis. Apabila keyakinan itu adalah empowering belief, Anda tentu menyadari kekuatan itu semakin luar biasa mendorong Anda mencapai outcome Anda. Namun sebaliknya bila yang mengisi bawah sadar seseorang adalah limiting belief maka orang itu tidak menyadari ada sabotase untuk melemahkan usaha mencapai outcomenya.

Salah satu manfaat berkomunikasi dengan diri sendiri adalah menggali keyakinan-keyakinan yang sudah tertanam dalam diri Anda. Anda boleh melakukan langkah-langkah berikut untuk mengetahui keyakinan dalam diri Anda yang mungkin tidak Anda sadari :

1.             Carilah waktu luang untuk berkomunikasi dengan diri sendiri kurang lebih 1 jam dan bebaskan diri Anda dari hal-hal yang mungkin mengganggu seperti dering handphone.

2.             Bila perlu sampaikanlah kepada orang-orang dekat Anda seperti keluarga bahwa selama waktu tersebut agar tidak berkomunikasi dengan Anda karena Anda memerlukan waktu untuk sendiri, Anda dapat mengatakan sedang melakukan perenungan.

3.             Anda dapat menyetel musik relaksasi jika menyukainya, musik relaksasi dapat membantu Anda masuk dalam kondisi relaks sehingga memudahkan Anda dalam komunikasi dalam diri Anda dan mulailah membuat diri Anda relaks dengan duduk di tempat yang nyaman bagi Anda, baik tubuh maupun pikiran serta menikmati suasana di sekeliling Anda yang membantu relaks lebih nyaman, baik suara musik relaksasi atau udara sekitar Anda.

4.             Bila sudah relaks, berbicaralah dengan diri Anda dan sampaikanlah rasa terima kasih Anda dengan cara Anda sendiri, contoh “ Tubuh dan pikiranku, saya menyampaikan terima kasih atas support kalian selama ini dalam setiap kegiatan saya. Terima kasih juga atas kesediaan untuk berkomunikasi saat ini”.

5.             Lanjutkan dengan menyampaikan keinginan untuk menggali keyakinan yang berada dalam diri Anda, contoh “Bagian yang menyimpan dan mengelola keyakinan, mohon katakan keyakinan-keyakinan yang ada dalam diri saya yang ada hubungannya dengan …….... (Anda mengisi titik-titik dengan kebutuhan Anda seperti outcome, karir/bisnis dan lain-lain).

6.             Tunggulah pesan yang akan disampaikan oleh diri Anda yang dapat berupa gambaran, sensasi rasa atau kata-kata, untuk pesan kata-kata biasanya terjadi pada mereka yang sudah terbiasa berkomunikasi dengan baik dengan bagian-bagian dirinya (Ego State) dan bila berupa gambaran atau sensasi rasa saja Anda mungkin kesulitan menafsirkannya.

7.             Bila berupa gambaran atau sensasi rasa Anda dapat kembali berkomunikasi agar mendapat pesan yang jelas, contoh “Terima kasih atas gambaran yang muncul tadi, mohon bagian yang menyimpan dan mengelola keyakinan bersedia mengatakan dalam kata-kata yang saya mengerti”.

8.             Setelah selesai, sampaikan terima kasih kepada diri Anda atas informasi dan komunikasi yang dilakukan.

Selamat, Anda telah mengetahui keyakinan dalam diri Anda. Anda tinggal memilahnya apakah keyakinan Anda tersebut empowering belief atau limiting belief. Beruntung bila Anda memiliki empowering belief, Anda meneruskan tindakan Anda untuk mencapai outcome.

Bagaimana bila ternyata Anda memiliki limiting belief ? Anda juga beruntung karena pembahasan berikut adalah teknik mengubah limiting belief menjadi empowering belief. Selamat !

Menghancurkan Tembok Mental Block

“Jika Anda percaya bahwa Anda mampu melakukan sesuatu, atau Anda percaya bahwa Anda tidak mampu, dalam kedua hal itu Anda mungkin benar.”

Henry Ford

 

“Jangan membatasi diri Anda. Kebanyakan orang membatasi diri mereka terhadap apa yang mereka pikir mampu mereka lakukan. Anda dapat terus maju sejauh batasan pikiran Anda. Apa yang Anda yakini, percayailah, Anda mampu mewujudkannya.’

Mary Kay Ash


Ada yang menamakan limiting belief sebagai mental block yang memiliki pengertian yang sama. Mental block adalah kondisi mental yang menghambat seseorang dalam mencapai keinginannya yang sebenarnya berasal dari belief atau keyakinan yang membatasi. Singkat kata, limiting belief adalah sama dengan mental block dalam kata yang berbeda.
 

Dengan demikian seperti janji saya sebelumnya, tulisan ini akan membahas cara mengubah limiting belief menjadi empowering belief yang sekaligus juga berarti menghancurkan tembok mental block. Teknik ini bukan cara satu-satunya, tetapi lebih kepada cara untuk memantapkan komunikasi dengan diri Anda dengan lebih baik lagi.

Bahkan teknik ini tidak saja bermanfaat untuk menghancurkan mental block tetapi lebih jauh manfaatnya untuk kebutuhan lain. Bapak Ronny F. Ronodirdjo, seorang Licensed Trained NLP™ dari The Society of NLP™ mengajarkan teknik ini dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan. Setelah mempelajari dan mempraktekkannya, Anda dapat menggunakannya sesuai kebutuhan Anda untuk hal-hal lain.

Teknik ini dinamakan six steps reframing ( enam langkah untuk membingkai ulang) dan sesuai dengan namanya terdiri dari 6 langkah. Teknik ini akan bermanfaat dengan lebih optimal apabila sebelumnya Anda rajin melakukan komunikasi dengan diri sendiri. Kesadaran Anda akan menyampaikan informasi yang jelas bagi Anda. Seringkali orang yang tidak pernah berkomunikasi dengan dirinya atau sering konflik dengan dirinya, akan mengalami penolakan atau tidak menghasilkan apapun melalui teknik ini.

Berikut ini langkah-langkah dalam six step reframing :

1.             Siapkan limiting belief yang ingin Anda ubah.

2.             Lakukan permintaan komunikasi dengan bagian diri Anda yang memegang limiting belief tersebut. Pada langkah dua ini Anda boleh menyampaikan terima kasih dan meminta kesediaan bagian diri Anda yang memegang limiting belief untuk berbicara. Tunggulah sampai bagian tersebut menjawabnya dan bila Anda sering berkomunikasi baik dengan diri Anda, jawaban tersebut akan berupa kata-kata yang tidak perlu Anda tafsirkan lagi.

3.             Tanyakan bagian diri Anda yang memegang limiting belief tersebut apakah maksud positif dengan belief seperti itu dan dengarkanlah jawaban yang disampaikan.

4.             Mintalah kepada bagian kreatif dalam diri Anda untuk mengajukan 3 keyakinan baru (empowering belief tentunya) yang sesuai dengan maksud positif yang disampaikan dalam langkah 3. Pada diri Anda memiliki bagian yang bertugas untuk menghasilkan hal-hal yang kreatif, sehingga Anda hanya perlu meminta pada bagian ini.

5.             Ajukanlah 3 keyakinan baru kepada bagian diri Anda yang memegang limiting belief untuk memilih satu di antaranya dan menggantikannya dengan limiting belief sebelumnya. Bila bagian diri Anda yang memegang limiting belief menolak keyakinan baru ini, kembali ke langkah 4 untuk meminta bagian kreatif membuat 3 keyakinan baru berikutnya setelah itu baru lanjutkan pada langkah 6.

6.             Periksa kesesuaian (ekologis) dengan bagian diri Anda yang lain dengan menanyakan “Seluruh bagian diri saya, apakah ada yang keberatan dengan empowering belief yang baru ini dalam mencapai outcome saya ?” Bila Anda tidak mendapat keberatan, Anda dapat berterima kasih kepada seluruh diri Anda telah melakukan langkah untuk mengganti limiting belief dengan empowering belief. Namun bila ada keberatan, Anda harus mengulang kembali dari langkah 4, 5 dan 6 sampai seluruh bagian diri Anda dapat menerima keyakinan baru tersebut.

Selamat Anda telah melatih cara untuk mengubah limiting belief menjadi empowering belief ! Atau dalam kata lain, Anda telah menghancurkan mental block dan selanjutnya memiliki mental yang mendorong / memberikan kekuatan kepada Anda dalam mewujudkan outcome Anda.

sumber : buku "YOU ARE THE REAL PERSONAL SUCCESS"

 

 

  

Ary Sandiarto,

Mobile: (555) 555-5555

www.ary-project.com

www.islam1101.blogspot.com

Seven Brother’s Corp.

 

 

Senin, 30 November 2015

Sekilas Info: Perguruan Tinggi Ikatan Dinas

IKATAN DINAS :
Mohon diinfokan kepada Siswa.. orang tua yg ingin menyekolahkan lanjut putra/i nya
Bagi saudara yang lulus SMA/K Tahun ini, bersama ini kami sampaikan
Daftar Perguruan Tinggi Ikatan Dinas dan Beasiswa Penuh, yaitu:
1. Akademi Ilmu Pemasyarakatan Jakarta, Jalan Raya Gandul Cinere, Jakarta selatan, website
www.depkumham.go.id

2. Akademi Kimia Analis Jawa Barat, Jalan Ir H Juanda 7, Bogor, website
www.aka.ac.id

3. Akademi Pimpinan Perusahaan Jakarta, Jalan Timbul 34, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, website
www.app-jakarta.ac.id

4. AKAMIGAS-STEM – Akademi Minyak dan Gas Bumi (Sekolah Tinggi Enerji dan Mineral) di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI. Lokasi kuliah Cepu, Jawa Tengah (Kawasan Rig dan pengeboran minyak) – Info bisa dilihat di
www.akamigas-stem.esdm.go.id

5. AKIP – Akademi Ilmu Permasyarakatan di bawah Kementerian Hukum dan HAM. Pendaftaran online di
www.depkumham.go.id atau www.ecpns.kemenkumham.go.id Lokasi kuliah di Depok.

Ceramah Ust, Yusuf Mansur

Kisah nyata yg diceritakan oleh Ustadz Yusuf Mansur di Kampus UI beberapa bulan lalu.
Dengan gaya khas beliau bercerita :

“Ada kawan saya yang pengen banget anaknya jadi 'Pengusaha Tambang'. Lantas sejak anak itu masuk SMA, kawan saya ini udah giatin ibadah. 
.  Tahajud oke,
.  Dzikir oke, 
.  dan Wirid oke, 
.  Sedekah pun oke juga...

Beliau pengen anaknya bisa kuliah di ITS atau ITB, jadi 'Ahli Tambang'. 
Hingga pada saat anak ini kelas 12 (SMU kelas 3), Bapaknya jual motor satu-satunya yang beliau miliki untuk disedekahkan, berharap Rahmat dan kelancaran dari Allah untuk test anaknya.

Anaknya ikut seleksi SBMPTN ambil di ITB dan ITS, ambil mandiri juga.
Ambil jurusannya gak jauh-jauh dari 'Pertambangan & Metalurgi' sebab udah jadi cita-citanya dari dulu.
Singkat cerita, ini anak kagak lolos SBMPTN . 
Masih lega sebab masih ada cadangan yang lewat mandiri. 

Mandiri ITB pun gak lolos. 
Si bapak bingung "kok Allah gak ngabulin impiannya sih?" 
Dia kepengen anaknya jadi 'Ahli Tambang' biar punya manfaat buat ummat di kemudian hari.
Bapaknya pun sudah kehabisan biaya untuk ikut test dan bimbel karena untuk ini & itu pasti perlu banyak biaya. 
Akhirnya pasrah, si anak memutuskan untuk kerja. 
Gak jadi tukang tambang tapi 'Jadi Supir Pribadi'... 
Jauh sekali dari yang diharapkan Bapaknya.
Si anak Tawakkal kepada Allah...
Pasrah sepasrah-pasrahnya sama Allah. 
Sambil yakin “Pasti Allah baek ama gue, ini semua pasti ada Hikmahnya ”.

Nah… Kebetulan si anak ini jadi 'Supir Boss Besi' di Surabaya. 
Tiap hari ini anak anterin boss nya ke tempat-tempat pengumpul 'Besi Bekas' di daerah Jawa. 
Dari Banten sampe ke Jatim udah di datengin semua buat ketemu klien. 
Si Boss ngajarin ini anak :
» gimana memilih Besi yg Bagus, 
» dimana beli Besi Bagus,
» dan kemana harus dijual.

Singkat cerita...
2 tahun sudah ini anak kerja jadi 'Supir si Boss Besi'. 
Si Boss Besi gak punya anak lelaki, akhirnya si boss putuskan dgn istrinya:
“Bu, anak ini amanah, cukup cerdas, biar dia aja yg pegang usaha kita, jadi kita tinggal ngawasin dia aja!”. 

Hati anak ini bergetar. 
Betapa Allah mengabulkan permintaan ayahnya. 
Ia sekarang jadi 'Pengusaha Tambang Besi! Subhanallah.....
Bahkan ketika temen-temennya yang lolos di pertambangan ITS dan ITB masih kuliah, dia yg kemarin gak lolos 'Udah Jadi Pengusaha'. 

Lucunya...
Ketika si anak ini menginterview calon karyawan nya lalu melihat CV nya, ternyata si calon karyawan ini lulusan ITB yg seangkatan dengannya, gumamnya dalam hati : “ehmmm saingan gue dulu nih.”. 

Yang lolos masih jadi karyawan tapi yg gak lolos malah jadi boss. 
Heran kan? 
Gak usah heran! 
Inilah cara Allah yang kita tidak dapat bocorannya saat itu
Ente bisa punya mimpi jadi dokter... Lalu Allah beri ente penghalang menuju mimpi itu, tapi kalo ente jernih memandang Allah, maka :
~~~~~~~~~~~~~~~~~
          'Kegagalan' 
bukanlah Penghalang. 
~~~~~~~~~~~~~~~~~
Itu justru jalan tol ente semua menuju kesuksesan yg telah Allah rencanakan.

Yusuf Mansur 3 kali ditolak di IAIN Jakarta (sekarang UIN), berkali-kali ditolak di UI, tapi sekarang… 

Alhamdulillah....
Yusuf Mansur diundang jadi tamu kehormatan di UI...
yang waktu itu lolos? Belum tentu.”

Yuk terus doakan anak2 qt. Semoga memotivasi kita semua!
Semangat menginspirasi!” Insya Allah
Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS

Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR

Jika setiap do’a kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR

Seorang yang dekat dengan ALLAH, bukan berarti tidak ada air mata

Seorang yang TAAT pada ALLAH, bukan berarti tidak ada KEKURANGAN

Seorang yang TEKUN berdo’a, bukan berarti tidak ada masa-masa SULIT

Biarlah ALLAH SWT yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena ALLAH TAU yang tepat untuk memberikan yang TERBAIK

Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN

Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN

Ketika hatimu terluka sangat dalam……, maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN

Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN

Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN

Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kamu tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAHHATIAN

Tetap Semangat….
Tetap Sabar….
Tetap Tersenyum…..
Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN

ALLAH SWT menaruhmu di “tempatmu” yang sekarang, bukan karena “KEBETULAN”……

Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan.
MEREKA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & AIR MATA……

Sabtu, 17 Oktober 2015

Intisari

Insya Allah
Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS

Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR

Jika setiap do’a kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR

Seorang yang dekat dengan ALLAH, bukan berarti tidak ada air mata

Seorang yang TAAT pada ALLAH, bukan berarti tidak ada KEKURANGAN

Seorang yang TEKUN berdo’a, bukan berarti tidak ada masa-masa SULIT

Biarlah ALLAH SWT yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena ALLAH TAU yang tepat untuk memberikan yang TERBAIK

Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN

Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN

Ketika hatimu terluka sangat dalam……, maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN

Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN

Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN

Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kamu tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAHHATIAN

Tetap Semangat….
Tetap Sabar….
Tetap Tersenyum…..
Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN

ALLAH SWT menaruhmu di “tempatmu” yang sekarang, bukan karena “KEBETULAN”……

Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan.
MEREKA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & AIR MATA……

 

Di sarikan dari ceramah Ust. Yusuf Mansur

Selasa, 28 Juli 2015

Quantum Avatar Empowering Belief


 “Keyakinan Anda menentukan tindakan Anda dan tindakan Anda menentukan hasil Anda, tetapi pertama-tama Anda harus yakin.’
Mark Victor Hansen

“Ukuran kesuksesan Anda bergantung pada ukuran keyakinan Anda.”
David J. Schwartz


Anda telah membuat well-formed outcome dengan baik dan mewujudkannya dengan tindakan nyata dalam kehidupan. Anda pun juga telah menyadari diri Anda dengan kelebihan-kelebihan Anda dan mengembangkannya terus menerus. Satu hal yang dapat mendukung kelancaran tindakan Anda mencapai outcome adalah keyakinan (belief).

Keyakinan adalah kondisi atau keadaan percaya dalam Diri Anda terhadap sesuatu pada tingkat yang tinggi. Keyakinan dapat bersifat universal dan kebenarannya dapat dibuktikan oleh siapapun. Contohnya : matahari terbit di timur dan terbenam di barat, bumi berputar mengelilingi matahari, satu tahun terdiri dari 12 bulan dan sebagainya.

Rabu, 12 Maret 2014

SI INTROVERT PUN BISA MENJADI PEMIMPIN

Pada umumnya seorang pemimpin yang kuat adalah yang agresif, mudah bergaul dan dominan. Ini adalah stereotipe sebagaimana diperlihatkan dalam film, tokoh motivator, maupun pemimpin yang berhasil dan terkenal di dunia. Sebaliknya, status dan reputasi seorang pemimpin yang pendiam dan introvert kurang dihargai dan diapresiasi sehingga karirnya menjadi stagnan. Akan tetapi beberapa lingkungan kerja juga lebih tepat bagi seorang pemimpin yang pendiam dan introvert.
 Ray Williams, Presiden dan CEO Ray William Associates di Vancouver, Canada mengatakan, terlalu banyak gaya kepemimpinan ekstrovert telah membawa kesalahan-kesalahan dalam bisnis maupun dalam pengambilan keputusan. Lingkungan kerja butuh sebuah keseimbangan antara introvert dan ekstrovert. Tak hanya pada level pemimpinan namun seluruh tingkat.
Kekuatan dari seorang introvert seperti menjadi pendengar yang baik, perencana yang hebat, talk less do more, membuka kesempatan bagi introvert untuk maju sebagai pemimpin.

Senin, 18 November 2013

Tips dari Warren Buffett untuk Anak Muda

Di bawah ini adalah tips dari Warren Buffett (salah satu orang paling kaya di dunia) untuk anak muda. Silakan simak baik-baik:

"Jauhkan dirimu dari pinjaman/hutang, dan berinvestasilah dengan apa yang kau miliki. Ingat,

- Uang tidak menciptakan manusia, manusialah yang menciptakan uang.
- Hiduplah sederhana, sebagaimana dirimu sendiri.
- Jangan melakukan apa pun yang dikatakan orang. Dengarkan mereka, tapi lakukan apa yang baik saja.
- Jangan memakai merek. Pakailah yang benar-benar nyaman untukmu.
- Jangan habiskan uang untuk hal-hal yang tidak benar-benar penting.
- Jika hal-hal di atas telah membuahkan keberhasilan dalam hidupmu, berbagilah dan ajarkan pada orang lain."

Catatan:

Orang yang berbahagia bukanlah orang yang hebat dalam segala hal, tapi orang yang bisa menemukan hal sederhana dalam hidupnya dan mengucap syukur.

 

Jumat, 15 November 2013

Sudah Siap Menjadi Pemimpin?

Sudah Siap Menjadi Pemimpin?


Anggi Indriani Tami - Institut Pertanian Bogor (Artikel Bulan Desember) Kadangkala kita tidak merasa mampu, malu, bahkan takut untuk menjadi seorang pemimpin. Takut dikritik, takut salah, takut tidak didukung, dan sebagainya. Padahal, jika kamu mau berkaca, memandang diri sendiri, kamu akan menemukan sosok pemimpin di sana. Sekurang-kurangnya, pemimpin diri sendiri. Yah, walaupun kamu tidak memimpin orang lain, setidaknya kamu memimpin diri sendiri.
Jika kamu berhasil mengatur waktu, menahan rasa takut, menghadapi masalah yang menimpa diri kamu dengan tenang, itu berarti kamu sudah berhasil menjadi seorang pemimpin. Tinggal bagaimana kamu mengembangkan karakter pemimpin dalam diri kamu sendiri. Berikut tips bagaimana kamu bisa belajar mengembangkan karakter pemimpin dalam diri kamu:

Minggu, 10 November 2013

Tuhan Menciptakan Sifat Introvert dan Extrovert

Salam readers…
Beberapa tahun silam saya boleh berbangga dapat menemukan diri saya sebagai seorang introvert. Memang benar, titik balik seseorang itu prasyaratnya adalah mengenali diri dimana berada dan karenanya bisa menentukan arah hidup. Tampaknya para introvertian baru sadar bahwa dirinya sebagai introvert mempunyai fungsi khusus di dunia ketika mencapai umur matang.
Perikehidupan di dunia ini sekilas tampak cenderung extrovert. Namun pernahkah Anda bertanya mengapa Tuhan menciptakan dua sifat yang pada titik ekstem berada pada kutub yang sangat bertolak belakang. Extrovert pada dunia luar, dan introvert pada dunia dalam.

Sabtu, 25 Mei 2013

7 Mitos Tentang "Si Pendiam" di Kantor

ORANG Indonesia sejak kecil diajarkan “sedikit bicara banyak bekerja” dan “diam itu emas”.
Dari dua ungkapan ini disimpulkan, seseorang yang tidak banyak bicara biasanya bisa bekerja lebih efektif, daripada membuang-buang waktu untuk membicarakan hal tak penting.
Tetapi, perubahan zaman dan kebutuhan komunikasi yang tinggi membuat pepatah ini rasanya tidak lagi berlaku. Saat ini orang berlomba-lomba bicara, mengeluarkan pendapat, menyuarakan keinginan, termasuk saat bekerja.

Kamis, 16 Mei 2013

Menghancurkan Tembok Mental Block

 “Jika Anda percaya bahwa Anda mampu melakukan sesuatu, atau Anda percaya bahwa Anda tidak mampu, dalam kedua hal itu Anda mungkin benar.”

Henry Ford

“Jangan membatasi diri Anda. Kebanyakan orang membatasi diri mereka terhadap apa yang mereka pikir mampu mereka lakukan. Anda dapat terus maju sejauh batasan pikiran Anda. Apa yang Anda   yakini, percayailah, Anda mampu mewujudkannya.’

Mary Kay Ash

 

 

 

 

Ada yang menamakan limiting belief sebagai mental block yang memiliki pengertian yang sama. Mental block adalah kondisi mental yang menghambat seseorang dalam mencapai keinginannya yang sebenarnya berasal dari belief atau keyakinan yang membatasi. Singkat kata, limiting belief adalah sama dengan mental block dalam kata yang berbeda. 

 

Dengan demikian seperti janji saya sebelumnya, tulisan ini akan membahas cara mengubah limiting belief menjadiempowering belief yang sekaligus juga berarti menghancurkan tembok mental block. Teknik ini bukan cara satu-satunya, tetapi lebih kepada cara untuk memantapkan komunikasi dengan diri Anda dengan lebih baik lagi.

 

Bahkan teknik ini tidak saja bermanfaat untuk menghancurkan mental block tetapi lebih jauh manfaatnya untuk kebutuhan lain. Bapak Ronny F. Ronodirdjo, seorang Licensed Trained NLP™ dari The Society of NLPmengajarkan  teknik ini dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan. Setelah mempelajari dan mempraktekkannya, Anda dapat menggunakannya sesuai kebutuhan Anda untuk hal-hal lain.

 

 

Teknik ini dinamakan six steps reframing ( enam langkah untuk membingkai ulang) dan sesuai dengan namanya terdiri dari 6 langkah. Teknik ini akan bermanfaat dengan lebih optimal apabila sebelumnya Anda rajin melakukan komunikasi dengan diri sendiri. Kesadaran Anda akan menyampaikan informasi yang jelas bagi Anda. Seringkali orang yang tidak pernah berkomunikasi dengan dirinya atau sering konflik dengan dirinya, akan mengalami penolakan atau tidak menghasilkan apapun melalui teknik ini.

 

Berikut ini langkah-langkah dalam six step reframing :

  1.  Siapkan limiting belief yang ingin Anda ubah.
  2.  Lakukan permintaan komunikasi dengan bagian diri Anda yang memegang limiting belief tersebut. Pada langkah dua ini Anda boleh menyampaikan terima kasih dan meminta kesediaan bagian diri Anda yang memegang limiting belief untuk berbicara. Tunggulah sampai bagian tersebut menjawabnya dan bila Anda sering berkomunikasi baik dengan diri Anda, jawaban tersebut akan berupa kata-kata yang tidak perlu Anda tafsirkan lagi.
  3.  Tanyakan bagian diri Anda yang memegang limiting belief tersebut apakah maksud positif dengan belief seperti itu dan dengarkanlah jawaban yang disampaikan.
  4.  Mintalah kepada bagian kreatif dalam diri Anda untuk mengajukan 3 keyakinan baru (empowering belieftentunya) yang sesuai dengan maksud positif yang disampaikan dalam langkah 3. Pada diri Anda memiliki bagian yang bertugas untuk menghasilkan hal-hal yang kreatif, sehingga Anda hanya perlu meminta pada bagian ini.
  5. Ajukanlah 3 keyakinan baru kepada bagian diri Anda yang memegang limiting belief untuk memilih satu di antaranya dan menggantikannya dengan limiting belief sebelumnya.  Bila bagian diri Anda yang memegang limiting belief menolak keyakinan baru ini, kembali ke langkah 4 untuk meminta bagian kreatif membuat 3 keyakinan baru berikutnya setelah itu baru lanjutkan pada langkah 6.
  6.  Periksa kesesuaian (ekologis) dengan bagian diri Anda yang lain dengan menanyakan “Seluruh bagian diri saya, apakah ada yang keberatan dengan empowering belief yang baru ini dalam mencapai outcome saya ?” Bila Anda tidak mendapat keberatan, Anda dapat berterima kasih kepada seluruh diri Anda telah melakukan langkah untuk mengganti limiting belief dengan empowering belief. Namun bila ada keberatan, Anda harus mengulang kembali dari langkah 4, 5 dan 6 sampai seluruh bagian diri Anda dapat menerima keyakinan baru tersebut.

 

Selamat Anda telah melatih cara untuk mengubah limiting belief menjadi empowering belief ! Atau dalam kata lain, Anda telah menghancurkan mental block dan selanjutnya memiliki mental yang mendorong / memberikan kekuatan kepada Anda dalam mewujudkan outcome Anda.

 

 sumber : bagian Sukses 18 dari buku "YOU ARE THE REAL PERSONAL SUCCESS"

 YOSANDY LIP SAN 

 

 

Minggu, 05 Mei 2013

Anda Introvert? Selamat!

Selama bertahu-tahun saya selalu risih dengan sifat introvert yang saya miliki. Rasanya serba terbatas, tidak bebas, dan takut berekspresi. Seakan-akan orang dan dunia akan mengucilkan saya jika saya berani ‘tampil’. Lah siapa saya?

Semua orang-orang introvert pasti mengalami hal seperti ini. Dan itu hal yang biasa.

Nah, di sini saya mencoba untuk menguak fakta-fakta di balik ke-introvert-an seseorang. Dan yang lebih penting, kenapa introvert itu juga punya peluang dan bisa mengubah dunia.

Selama ini, introvert itu selalu di-underestimated. Karena terkesan aneh dan tidak adanya kepercayaan diri. Sebenarnya ini keliru. Intovert dan pemalu itu sangat jauh berbeda meski ada beberapa kesamaan yang identik. Introvert lebih senang menyendiri. Mereka cenderung asyik dan enjoy menikmati kesendirian. Mereka lebih senang membaca buku daripada ngobrol. Lebih suka mendengarkan daripada bicara. Pemalu hanyalah orang-orang yang punya kekhawatiran berlebih akan anggapan orang lain tentang dirinya. Padahal sebenarnya mereka ingin bersosialisasi.

Apa yang hebat dari seorang introvert adalah sikap kehati-hatian yang mereka miliki. Mereka cenderung cermat dalam berpikir. Sehingga hasilnya pasti akan lebih akurat.

Extrovert cenderung ceroboh. Mereka menggampangkan sesuatu. Dan ini cukup berbahaya.

Susan Cain, seorang pakar dan penulis buku introvertitas, yang juga seorang introvert, mengatakan berikan sebuah masalah pada seorang introvert maka mereka akan menyelesaikannya dengan lebih baik. Introvert akan memikirkan 2-3 kali dalam menangani sebuah masalah.

Lebih lanjut, Cain katakan, Introvert sebenarnya punya kualitas yang baik untuk menjadi pemimpin. Sebab ketika memimpin si introvert akan mengarahkan bawahannya untuk bertindak lebih baik.

Nyatanya, banyak pemimpin dunia adalah introvert. Ghandi, Elanoor Rosevelt, Bunda Theresa, Muhammad, Buddha, bahkan Bill Gates dan Steve Wozniak adalah seorang introvert.

Anda tahu bahwa 2 dari 3 orang yang anda kenal adalah introvert. Dan mungkin anda sendiri adalah seorang introvert. Jika ya, selamat! Anda tidak perlu malu, keluarlah! Dunia membutuhkan anda. Dunia tidak ada apa-apanya tanpa ketelitian dan kecermatan berpikir anda.

Terakhir, saya jadi teringat sebuah pesan bijak dari seorang Henry David Thoreau. Ia katakan, ‘Teman terbaik adalah kesenderian’. Terlepas dari apakah penyair itu adalah introvert ataupun extrovert, pesannya itu menunjukkan makna yang dalam.

http://edukasi.kompasiana.com/2012/08/24/anda-introvert-selamat-481640.html

Minggu, 07 April 2013

Allah Pun Rindu

Oleh: Ustaz Yusuf Mansur

Tak ada yang sulit atau susah bagi Allah SWT. Semuanya sangat mudah. Hanya kita saja malas, enggan meminta kepada Allah. 

Begitu pelitnya, sampai-sampai masalah yang kita hadapi pun, tak mau kita bagi dengan Allah. Kita selalu berusaha menyelesaikan semua masalah sendirian, dan tidak mau berbagi dengan-Nya.

Ketika kita punya banyak kesempatan dan peluang, kita pun berusaha sendirian mengejar ‘mimpi’. Karena kita merasa mampu dan kuasa. Seakan kita tidak membutuhkan pertolongan Allah. Kalaupun butuh, hanya seperlunya saja.

Pada kondisi inilah, akhirnya Allah “menyapa” kita. Allah rindu sama kita. Allah kemudian menghidangkan ujian dan beragam kebutuhan untuk kita. Ujian dan kebutuhan itu dihidangkan, agar kita ingat dan semakin dekat serta meminta pertolongan kepada-Nya. Tapi, begitulah manusia. Entah di tengah-tengah musibah atau keperluan, kita lalai dan lupa.

Saya beri beberapa contoh. Seorang pengusaha, membutuhkan proyek agar usahanya tetap berjalan dan bisa menggaji karyawannya. Dengan itu, seharusnya dia ingat kepada Allah, karena Allah-lah yang telah menghadirkan semua kebutuhan itu.

Namun, pengetahuan kita terhadap Allah begitu lemah dan tipis. Apalagi keyakinan kita. Karena itu, kita tidak segera berlari menuju Allah. Sebaliknya, kita malah mendatangi manusia, relasi, pelanggan, dan lain sebagainya untuk memaksimalkan semua pemasarannya. Sementara yang inti, yakni Allah, malah tak diingat kecuali sedikit.

Sampai-sampai, ketika seseorang lapar, juga tak menyadari bahwa yang memberi rasa lapar itu adalah Allah. Mestinya dengan lapar, yang pertama kali kita ingat adalah Allah. Kita menyebut nama-Nya. Tapi apa daya, kita lebih ingat nasi goreng, nasi padang, nasi warteg, sehingga demikian itu yang kita sebut dan kita cari.

Dengan sangat cerdas, kita tahu di mana orang yang menjual makanan yang kita inginkan itu. Setelah itu kita bergegas ke sana. Tapi Allah? Kita kayak nggak tahu, nggak kenal. Sebab kita nggak mendatangi dan menyebut nama-Nya. Bahkan ketika Allah memanggil kita dengan panggilan “wakil-wakil-Nya” di dunia ini, yakni muazin, kita tak bersegera mendatangi-Nya.

Saudaraku, segala masalah dan kebutuhan pasti akan selalu ada. Sebab itu Allah juga ada. Bila kita mengingat Allah dalam setiap masalah dan keperluan, bersegeralah mendekat pada-Nya. Kenali Allah lebih dekat lagi.

Saya suka berkata kepada diri sendiri. Ketika Allah menguji kita, menghadiahkan berbagai persoalan hidup, sebenarnya Allah rindu dengan kita. Kita diminta menyebut nama-Nya dengan sepenuh hati, bahwa hanya Dia yang bisa memberi pertolongan dan menyelesaikan semua masalah dan keperluan.

Bayangkan, bila Allah menutup semua pintu penyelesaian? Kita tidak punya solusinya. Ke mana kita akan mencari jawabannya? Walau punya uang hingga miliaran dan triliunan, tapi semua itu tak mampu menyelesaikan semua masalah. Kekayaan itu pun tak berarti apa-apa.

Karena itu, mari bersegera mengingat Allah, mari lebih mendekat lagi kepada-Nya. Adukan semua permasalahan dan kebutuhan, baik di kala suka maupun duka. Karena, hanya Dia yang bisa, Sang Mahapenyelesai Masalah dan kebutuhan kita. Sungguh, Allah sangat rindu kepada kita semua.

 

Minggu, 10 Maret 2013

Syukuri dan Terus Kejar Impian

Masih ingat di benak kita, waktu kecil ketika ditanya, "Apa cita-citamu?" Dengan lantang kita menjawab: "Saya ingin jadi presiden!" Atau, "Saya ingin jadi dokter!" Dsb. Namun ketika beranjak dewasa, saat menjadi mahasiswa, pertanyaan serupa, bisa jadi jawabannya berubah: "Tidak usah dipikir, yang penting bisa lulus dulu!"

 

Banyak mahasiswa yang awalnya menghendaki masuk ke perguruan tinggi idaman atau ambil jurusan favoritnya, ketika tidak tercapai secara drastis sikap mentalnya menurun. Akibatnya mereka menjalani masa perkuliahannya dengan apa adanya. 

 

Padahal jika kita terus optimis dan bertekad baja, impian masih bisa diraih. Kita sering mengetahui, banyak orang sukses yang dahulunya hanya berlatar belakang dari perguruan tinggi di daerah dan jurusan yang kurang favorit. Perbedaannya mereka memiliki kemauan kuat dan berusaha penuh totalitas untuk mewujudkan impiannya. 

 

Maka sepatutnya kita mensyukuri setiap keadaan yang diberikan. Bangkit dari rasa malas dan buang keraguan. Miliki motivasi yang kuat, bahwa keberhasilan itu sesuatu yang indah dan membahagiakan. Untuk meraihnya harus tekun belajar, disiplin, dan terus mengembangkan keahlian. Bercermin dari keberhasilan orang lain, bila perlu minta saran atau nasihat untuk kemajuan diri. 

 

Keadaan kita hari ini tidak menunjukkan keadaan di masa depan. Justru apa yang ada di pikiran dan hati kita saat inilah yang akan menentukan masa depan. Kita sering membaca profil mahasiswa yang berprestasi yang dulunya lebih kurang beruntung dibanding keadaan kita. Jadikan hal itu sebagai cambuk bahwa jika keadaan kita saat ini lebih baik dari keadaan mereka, maka masa depan kita seharusnya bisa lebih luar biasa.

 

Jika kita mempunyai keadaan yang sama, itu berarti masa depan kita masih terbuka untuk berprestasi. Impian dan target hidup terutama sukses di dunia perkuliahan masih bisa kita kejar dan raih. Dengan semangat itu maka impian yang sempat tertunda karena keraguan, dapat kita tunjukkan dengan usaha yang maksimal. 

 

Sabtu, 02 Maret 2013

Bersyukur

Suatu ketika seseorang yang sangat kaya mengajak anaknya mengunjungi sebuah

kampung dengan tujuan utama memperlihatkan kepada anaknya betapa orang-orang

bisa sangat miskin.

Mereka menginap beberapa hari di sebuah daerah pertanian yang sangat miskin.

Pada perjalanan pulang, sang Ayah bertanya kepada anaknya.

"Bagaimana perjalanan kali ini?"

"Wah, sangat luar biasa Ayah"

"Kau lihatkan betapa manusia bisa sangat miskin" kata ayahnya.

"Oh iya" kata anaknya

"Jadi, pelajaran apa yang dapat kamu ambil?" tanya ayahnya.

 

Kemudian si anak menjawab.

 

"Saya saksikan bahwa :

 

Kita hanya punya satu anjing, mereka punya empat.

 

Kita punya kolam renang yang luasnya sampai ke tengah taman kita dan mereka

memiliki telaga yang tidak ada batasnya.

Kita mengimpor lentera-lentera di taman  kita dan mereka memiliki bintang-bintang

pada malam hari.

 Kita memiliki patio sampai ke halaman depan, dan mereka memiliki cakrawala secara

utuh.

Kita memiliki sebidang tanah untuk tempat tinggal dan mereka memiliki ladang yang

melampaui pandangan kita.

 

Kita punya pelayan-pelayan untuk melayani kita, tapi mereka melayani sesamanya.

Kita membeli untuk makanan kita, mereka menumbuhkannya sendiri.

 

Kita mempunyai tembok untuk melindungi kekayaan kita dan mereka memiliki

sahabat-sahabat untuk saling melindungi."

 

Mendengar hal ini sang Ayah tak dapat berbicara.

 

Kemudian sang anak menambahkan "Terimakasih Ayah, telah menunjukkan kepada

saya betapa miskinnya kita."

Betapa seringnya kita melupakan apa yang kita miliki dan terus memikirkan apa yang

tidak kita punya.

 

Apa yang dianggap tidak berharga oleh seseorang ternyata merupakan dambaan bagi

orang lain.

Semua ini berdasarkan kepada cara pandang seseorang.

Membuat kita bertanya apakah yang akan terjadi jika kita semua bersyukur kepada

Tuhan sebagai rasa terima kasih kita atas semua yang telah disediakan untuk kita

daripada kita terus menerus khawatir untuk meminta lebih.

 

 

Selasa, 26 Februari 2013

#Motivasi hari ini

Hidup berhubungan dengan kemauan dan kemampuan.

Banyak orang yang berkemampuan  namun dibatasi oleh kemauannya dalam beraktfitas

Dan lebih banyak lagi orang yang sadar akan kemauannya ketika telah habis kemampuannya.

 

Maka penuhilah hak setiap waktu,

Dan gunakan kemampuan kita untuk merealisasikan setiap kemauan, agar tidak menjadi penyesalan kemudian.

 

 

Minggu, 18 November 2012

Pelajaran Bisnis dari Mas Sandiaga Uno

<![if !supportLists]>·         <![endif]>Written by Yodhia Antariksa
<![if !supportLists]>·         <![endif]> 
Mas Sandiaga Uno mungkin adalah sosok pria yang digandrungi banyak kaum perempuan : muda, very handsome, kaya raya dan rendah hati. Sosok Sandi memang merupakan salah satu fenomena dalam jagat bisnis di tanah air.
Dalam usianya yang masih terbilang muda, yakni 42 tahun, ia telah dinobatkan oleh majalah internasional Forbes, sebagai orang kaya nomer 29 di Indonesia. Total kekayaannya sekitar Rp 8 trilyun (wow).

Melalui perusahaannya yang bergerak di bidang investasi, yakni Saratoga Capital, Mas Sandi telah meneguhkan dirinya sebagai anak muda cemerlang dengan visi bisnis yang mak nyus.
Dalam tulisan kali ini, kita akan mencoba mengenal lebih dekat dengan mas Sandi yang handsome ini. Didalamnya kita mau menelisik dua pelajaran bisnis yang barangkali bisa kita petik.
Sejatinya, yang juga membuat banyak orang tertegun, adalah sikap rendah hati dan kehidupan religius Sandi yang amat kental. Ia dikenal sebagai pria yang melakoni ritual puasa sunah Daud (puasa setiap dua hari sekali, sepanjang tahun). Orang yang kaya raya ini ternyata begitu akrab dengan dunia ukhrowi (dunia akherat). Subhanallah.

Sabtu, 10 November 2012

Belajar dari kupu-kupu(Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan)


Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Q.S Al-Insyirah : 5-6)
Seorang pemuda menemukan kepompong seekor kupu-kupu. Suatu hari lubang kecil muncul dari kepompong. Pemuda tersebut duduk dan mengamati selama beberapa jam bagaimana si kupu-kupu berjuang memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi.
Akhirnya pemuda tersebut memutuskan untuk membantunya, dia ambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Ternyata, Kupu-kupu itu mempunyai tubuh yang gembung dan kecil, dan sayapnya mengkerut.