Kamis, 14 Juli 2016

*بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم*

* Taqabballahu minna wa minkum, Shiyaamana wa shiyamakum. Kullu’aam wa antum bikhair *
*Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H*,
_Mohon maaf lahir & bathin atas segala khilaf, salah dan dosa_

آمــــــــــــــين.

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Kisah Sulaiman al-Rajhi, Bilyuner Muslim Yang HIdupnya Sederhana

 

Jika kita bercita-cita ingin menjadi orang kaya raya atau konglomerat maka bisa menjadikan tokoh bernama Sulaiman Ar-Rajhi ini sebagai tauladan. Beberapa hal penting yang kami ketahui tentang beliau adalah:

(1) Majalah Forbes menyebutkan kakayaannya 5,9 milyar Dollar dan orang terkaya no 120 di dunia, tetapi beliau tetap tampil dengan sederhana, berpakaian jubah putih bersih yang jauh dari kesan glamour dan berlebihan.

 

 

(2) Beliau memulai usaha dari Nol, kehidupan masa kecilnya sangat susah hingga pernah bekerja jadi kuli panggul dan menjual kayu bakar di masa kanak-kanaknya. Tetapi dengan ketekunan, hemat dan kerja keras serta tawakkalnya kepada Allah hingga akhirnya beliau dan saudaranya memiliki “Kerajaan Bisnis Raksasa” di KSA dan salah satunya adalah Bank Ar-Rajhi; Bank syariah terbesar di Dunia yang ATM nya tersebar menjamur dan cabangnya terdapat nyaris di semua distrik KSA.

 

 

(3) Sangat-sangat dermawan, memiliki Yayasan Amal “raksasa” yang menyalurkan donasinya ke berbagai Negara –sebelum dilarang pasca 11 septmber 2002- sulit menghitung waqaf beliau dan jumlah masjid yang telah dibangunnya, serta donasinya untuk berbagai amal dakwah dan penyebaran ilmu.

 

(4) Tidak meletakkan kekayaan di hatinya, Bahkan di masa tuanya kini beliau telah membagi sekitar 6,7 trilyun hartanya kepada ahli waris dan kerabatnya serta fakir miskin hingga diibaratkan hanya memilih “pakaian yang melekat di badan” dan asset bisnis yang dikelola para professional yang hasilnya untuk amal social dakwah Islam. Lahir tanpa membawa apa-apa dan siap tidak tergantung pada harta sebelum meninggal.

 

(5) Dari tetangga dan orang yang tinggal di lingkungannya disampaikan bahwa konglomerat kelas kakap ini selalu termasuk orang-orang yang datang paling awal ke masjid untuk sholat 5 waktu berjamaah, sehingga jika muadzin masjid telat sedikit maka sang konglomeratlah yang adzan. Bandingkan dengan konglomerat lainnya !!

 

(6) Diantara masjid yang dibangunnya adalah Masjid Ar-Rajhi di distrik Rabwah, masjid ini terbesar ketiga setelah Masjidil Haram Mekah dan Madinah. Bisa menampung 18 ribu jamaah sholat, terdapat berbagai sarana pelayanan masyarakat seperti pusat pemandian dan pengurusan jenazah terbesar di Riyadh, Auditorium untuk seminar dan ceramah agama, perpustakaan berisi 40 ribu jenis buku (bukan judul ya..), tempat tinggal bagi para penuntut ilmu yang datang dari luar kota untuk mengikuti berbagai kajian Islam, menyediakan air zamzam sebagai minuman jamaah dengan kuota 400 galon perminggu, dsb. Dan saat sholat jum’at di lantai dasar dikhususkan untuk sholat jum’at orang asing dimana khutbah langsung diterjemahkan ke berbagai bahasa ; termasuk bahasa isyarat untuk jamaah yang tuna rungu dan tentu saja… bahasa Indonesia..

 

(7) Tambahan dari wikipedia : bahwa beliau saat ini hanya minta jatah buat makan sehari-hari saja dari usahanya, sampai beliau mati. Setelah mati maka jatah itu dihapus dan semua menjadi waqaf.

Semoga Allah Ta’ala merahmati beliau, menerima amalnya, mengampuni kesalahan dan dosanya dan kita semua.

--------------

Orang yang kaya adalah orang yang paling tidak terikat dan membutuhkan terhadap harta ataupun sesama mahluk di dunia, dan sebaliknya orang miskin adalah orang yang berhubungan berat dan seolah tidak bisa hidup tanpa harta, mari kita contoh sosok kaya namun bersahaja ini,

sebarkan kisah inspiratif ini kesebanyak banyaknya teman atau keluarga kita, semoga suatu saat nanti kita termasuk menjadi orang yang kaya di Dunia & AKhirat, Amin!

 

Source:pulsk.com

Rabu, 25 Mei 2016

Harta itu lezat dan manis

Harta itu lezat dan manis, siapa yang menerimanya dengan hati bersih, ia akan mendapat berkah dari hartanya tersebut(HR Muslim)

Selasa, 03 Mei 2016

PSIKOLOGI: Mengenal Perfectionist Positif dan Perfectionist Negatif

PENGERTIAN umum perfectionist yaitu seseorang yang mengejar kesempurnaan. Bisa berkonotasi positif dan bisa berkonotasi negatif. Positif atau negatifnya tergantung pola pikir seseorang itu. Oleh karena itu harus dipahami apa bedanya perfectionist positif dan perfectionist negatif

Contoh perfectionist positif

Si A adalah seorang mahasiswa perfectionist. Dia ingin segalanya sempurna. Bahkan ketika kuliahpun dia belajar mati-matian agar mendapat nilai A. Ternyata dapat nilai B. Diapun menerima kenyataan itu dan tidak merasa kecewa dan kegagalan mencapai nilai A diakui sebagai kesalahannya sendiri.

Lain kali Si A ingin mendapatkan pacar cantik,putih,mulus,cerdas,langsing,minimal tingginya 160cm,suku Jawa, Islam dan mahasiswa. Sesudah berbulan-bulan dia ternyata mendapat pacar cantik,putih,mulus,cerdas,langsing,tinggi minimal 160cm,suka Sunda, Islam dan sekretaris. Si A menerima itu apa adanya dan tidak merasa kecewa dan tidak akan mencari pacar lain sesuai yang ada di kriteria semula.

Kesimpulan

Jadi, perfectionist positif adalah seseorang yang mempunyai standar maksimal kesempurnaan. Namun, kalau tidak tercapai, maka dia akan menerima hasil akhirnya walaupun tidak 100% sesuai yang diidealkan. Apabila gagal, dia ttak menuutupinya ataupun menyalahkan orang lain. Dia berpikir idealistis tapi realistis.

Contoh perfectionist negatif

Si B adalah seorang pria yang terpilih sebagai presiden.Dia punya standar kesempurnaan yang tinggi. Bahkan, sebelum berpidato, dia berputar-putar di depan cermin sekitar satu jam. Dia lihat celana, baju dan pecinya. Harus bersih dan sempurna. Bahkan dia meminta bantuan beberapa orang untuk membantu menyempurnakannya. Begitu, ada celana atau baju yang kurang sempurna, maka diapun marah-marah ke anak buahnya dan meminta celana dan baju lain yang sesuai keinginannya yang harus sesuai standar kesempurnaannya. Dia selalu menyalahkan orang lain.

Si B sebagai seorang presiden, ingin hasil kerjanya dinilai sempurna. Dia tidak mau dikritik atau dikatakan berbohong. Tidak mau dikatakan ingkar janji. Tidak mau dikatakan gagal. Maka diapun terjebak pada cara pikir pencitraan. Mengiklankan melalui televisi hanya hal-hal yang berhasil menurut kriterianya sendiri. Misalnya, angka kemiskinan tidak mengggunakan standar PBB tetapi menggunakan standar kemiskinan yang direkayasa sendiri.Kalau dikatakan ingkar janji, maka membela diri bahwa itu bukan ingkar janji,tetapi target tidak tercapai.

Kesimpulan

Jadi,perfectionis negatif adalah seseorang yang mempunyai standar maksimal kesempurnaan. Namun, kalauu tidak tercapai dia akan menutupinya dan menunjukkan keberhasilan lainnya yang sebenarnya keberhasilan semu. Bahkan kegagalannya dikatakan sebagai kegagalan orang lain. Dia tak mau dikritik. Tak mau dikatakan gagal. Dia akan merasa kecewa kalau segala sesuatunya tidak sempurna. Pola pikirnya idealis tapi tidak realistis. Terjebak pada perilaku pencitraan.

Solusi mengatasi perfectionist negatif

Versi Don Gabor:

1. Tetapkan harapan proporsional yang realistis untuk direalisasikan

2.Utamakan menyelesaikan pekerjaan daripada menyempurnakan pekerjaan

3.Fokus tugas prioritas besar

4. Menetapkan batas waktu maksimum

5. Prioritaskan hasil akhir

6. Mengubah pola pikir dari idealis tidak realistis menjadi idealis tapi realistis

Sumber foto: streetwearxhiphop.com

Jumat, 15 April 2016

PERFECTIONISM IS NOTHING

Semasa di bangku sekolah (SD, SMP, SMA bahkan Kuliah) dan mungkin juga hingga kini, saya mengakui adanya kecenderungan sifat perfeksionis dalam diri saya. Kalau boleh saya mendefinisikan, perfeksionis adalah sifat seseorang yang ingin tampil dalam kesempurnaan pencapaian, tidak ingin terlihat adanya kekurangan, atau paling tidak harus sama dengan apa yang orang lain perbuat bila itu suatu keharusan bersama.

Memang dahulu saya berpikir bahwa adanya sifat ini dalam diri saya seharusnya menambah nilai lebih saya atas pencapaian-pencapain dalam hidup ini. Bila ada tekad untuk tampil sempurna, itu merupakan prestasi besar. Itulah yang dulu saya rasa. Namun, setelah melalui perenungan panjang yang saya alami, saya mengalami sebuah distorsi antara sifat perfeksionis dengan tujuan hidup yang saya inginkan. Ada gap yang membuat sifat ini tak sejalan dengan tujuan hidup saya. Mungkin kalau saya berbicara tentang tujuan hidup, secara universal manusia akan menjawabnya dengan jawaban ‘’Bahagia di dunia dan di akhirat’’. Begitupun saya. Perlahan tapi pasti, saya mulai memahami bahwa sifat perfeksionis itu tak sepenuhnya mendukung tujuan hidup saya, yaitu Meraih Kebahagiaan (Baik di Dunia, Ataupun di Akhirat nantinya).

Cara Menghadapi Bos Yang Perfeksionis

Pemimpin yang ideal memang menjadi dambaan setiap pegawai entah itu menjabat sebagai leader, penyelia, manajer, maupun direktur. Paling tidak pemimpin yang ideal yaitu pemimpin yang memiliki watak yang moderat alias tidak terlalu kaku maupun terlalu luwes. Dalam kondisi tertentu, pemimpin yang disukai adalah punya tujuan yang sesuai dengan keinginan bawahannya. Meski demikian, para staf tidak akan pernah tahu seperti apa sosok yang akan memimpin mereka. Mujurlah bagi staf yang punya bos yang baik hati, namun bukan berarti bagi mereka yang tidak memiliki pemimpin yang mereka harapkan menjadi momok yang menimbulkan tekanan batin. Dari sinilah kita harus memiliki cara tepat untuk menghadapi bos yang perfeksionis.

Sifat perfeksionis dan idealis selalu ditunjukkan dengan upayanya yang memperhatikan pekerjaan staf seperinci mungkin. Mungkin Anda pernah atau sering dihadapkan dengan sifatnya hingga Anda mengalami stress, namun cobalah dalam suatu kesempatan melihatnya dalam sisi positif. Boleh jadi itu dilakukannya semata-mata demi kebaikan Anda dan perusahaan juga. Sebagai contoh, bos Anda selalu meminta Anda merevisi laporan Anda entah itu dari kesalahan yang memang fatal, penyampaian pesan yang kurang baik, bahkan cara pengetikan yang tidak terlalu signifikan pun tetap tidak luput dari pantauannya padahal deadline sudah di dekat mata. Dari sisi positifnya hal ini akan menguntungkan Anda sebab apa yang diperintah bos untuk direvisi akan menyempurnakan pekerjaan Anda.

Orang yang perfeksionis biasanya menunjukkan sifatnya sebagai berikut:

Ingin melakukan tugasnya dengan sempurna mutlak.
Kurang bisa percaya dengan kemampuan orang lain sehingga dia lebih nyaman jika tugas yang seharusnya bisa dibagi-bagi dengan orang lain dia kerjakan sendiri.
Memiliki motivasi yang sangat tinggi bahkan cenderung terobsesi untuk mencapai keinginannya.
Ingin menang dalam segala hal.
Membuat peraturan yang sangat ketat terlebih lagi menetapkan batas minimum yang sangat tinggi.
Berjiwa otoriter.
Selalu tidak puas dengan hasil pekerjaan
Bagaimana sebaiknya menghadapi bos yang perfeksionis seperti itu?

Jangan ambil pusing dengan perkataannya yang “pedas” dan terkadang kurang logis
Bos yang perfeksionis biasanya mengeluarkan kritikan yang pedas dan to the point misalnya langsung mengatakan “pekerjaanmu tidak ada gunanya” atau “semua laporan ini tidak bernilai dan harus dibuat ulang”. Mungkin Anda akan merasa tertekan sekaligus jengkel. Namun sebagai staf yang mengabdi kepada perusahaan, sebaiknya kritikan itu dijadikan sebagai peluang bagi Anda untuk membuktikan bahwa Anda sudah bekerja sekeras dan sebaik mungkin bukan malah menyerah. Pastikan bahwa apa yang Anda kerjakan sudah berdasarkan standar yang ada.



Hindari kesalahan sekecil apapun
Sebagai manusia memang tidak luput dari kesalahan, namun manusia juga punya akal yang cerdas untuk meneliti dengan saksama kesalahan yang mungkin akan terjadi atau berpeluang untuk mengalami kesalahan. Contohnya kesalahan dalam mengetik huruf, kesalahan dalam menganalisis, kurang rapi, dsb. Cobalah untuk mengkritik diri sendiri sebelum bos Anda mengkritik lebih jauh.

Berikan informasi sebanyak dan sejelas mungkin
Jadilah orang yang berinisiatif untuk menyiapkan semua informasi sebanyak dan sejelas mungkin. Dengan demikian Anda punya banyak “amunisi” jika bos Anda bertanya-tanya di luar dari yang Anda duga. Kurangnya informasi yang diharapkan oleh bos akan mengakibatkan penilaian buruk bos kepada Anda.

Jaga emosi
Bekerja memang memerlukan kekuatan akan tekanan. Jika Anda melihat iklan lowongan kerja, biasanya ada butir yang menyatakan bahwa calon pelamar harus siap menghadapi tekanan pekerjaan (underpressure). Bisa jadi tekanan itu berada pada bos yang perfeksionis yang nantinya akan menjadi tim kerja Anda. Jika Anda melamar di perusahaan yang seperti itu, secara otomatis Anda sudah harus siap dengan keadaan yang ada.

Jangan takut salah
Anda tidak selalu berada di pihak yang salah jika Anda memastikan bahwa apa yang Anda kerjakan sudah berdasarkan standar perusahaan. Apabila Anda menghadapi tuntutan bos yang terus meminta Anda merevisi tugas bahkan di luar jam kerja, berbicaralah dengan sopan dan tetap santai kepadanya. Mintalah secara perinci secara tertulis langkah-langkah apa yang harus Anda lakukan untuk mencegah terjadinya revisi lagi, apa saja tolok ukur kesalahan menurut si bos, dan terutama apa sebenarnya yang diinginkan oleh si bos.

Inilah 5 macam cara untuk menghadapi bos yang perfeksionis. Jika bos Anda selalu mencurahkan sifat perfeksionisnya di luar batas wajar, Anda dapat berdiskusi dengan bagian Human Resource apa yang sebaiknya dilakukan oleh perusahaan.

Oleh: Firman (Content Writer at PT Zahir Internasional)
 Dec 26, 2014  Artikel, Sumber Daya Manusia 

Senin, 04 April 2016

AKU SIAP MENJADI PENGELOLA USAHA


Apa kabar sahabat KLINIK BISNIS? semoga senantiasa semangat, sehat dan sukses dalam mengarungi lautan bisnis yang semakin seru ini, yang penting kita selalu menjaga Iman dan ibadah kepada Allah SWT serta menteladani ahlaq mulia nabi Muhammad SAW. Kembali untuk menjawab banyak sekali pertanyaan konsultasi mengenai Kerjasama Usaha, berikut ingin saya jelaskan mengenai syarat, peran, kewajiban dan hak seorang Pengelola yang menjalankan kerjasama usaha, selamat menyimak.

 A. Pengertian, Syarat dan Kewajiban Pengelola Usaha


1. Pengelola usaha adalah seseorang, kelompok atau badan usaha yang bekerja sama dengan pemodal/investor untuk menjalankan suatu bidang usaha.
2. Bidang/Konsep usaha bisa berasal dari Pengelola sendiri atau dari Investor yang memiliki konsep dan modal tapi kesulitan menjalankan karena berbagai keterbatasan maka mencari partner yang bisa menjalankan.
3. Pengelola haruslah memiliki KEJUJURAN dan KEMAMPUAN dalam menjalankan amanah dari Investor dengan menjalankan usaha mencapai tujuan bersama yaitu KEUNTUNGAN.
4. KEJUJURAN artinya Pengelola mampu memegang amanah dengan tidak menyalahgunakan modal investor diluar kepentingan usaha, tidak memperkaya diri sendiri dari kerjasama tersebut serta transparan dan terbuka kepada Investor dalam pengelolaan usaha, keuangan dan hal apapun yang terjadi dalam kerjasama usaha.
5. KEMAMPUAN artinya Pengelola memiliki kapabilitas untuk menjalankan usaha, mulai dari perencanaan, mengatur organisasi dan menggerakan sumber daya manusia, serta mengontrol semua bidang operasional usaha untuk mencapai tujuan yang diharapkan yaitu KEUNTUNGAN dan mengelola risiko untuk meminimalisir KERUGIAN.
6. Konstribusi modal dari Pengelola adalah Konsep Bisnis, Riset Produk, Merk Dagang/Brand, Managerial Skill, Kemampuan Menjual dan Network.
7. Bila Pengelola ikut juga berkontribusi modal biasa disebut Investor Pengelola.
8. Pengelola wajib menyusun Visi dan Misi usaha, menjalankan dan menjaganya dengan sepenuh hati dan sekuat tenaga supaya bisnis menguntungkan dan berjalan secara kontinyu dalam jangka panjang, sehingga Passion, kreativitas dan innovatif dari Pengelola adalah hal yang harus dimiliki Pengelola sepanjang bisnis berjalan.
9. Pengelola wajib membuat laporan usaha berupa laporan keuangan (Neraca, Laba-Rugi, Cashflows dll) dan laporan lainnya yang dibutuhkan Investor, sehingga terjadi transparansi dalam kerjasama usaha tersebut.



 B. Persiapan Menjadi Pengelola Usaha dan Mencari Investor

1. Semua orang berhak menjadi pengusaha dan bekerjasama dengan investor untuk mencapai tujuan kesejahteraan, tapi hanya yang memenuhi kriteria dan syarat dibawah ini yang dapat sukses menjadi Pengelola Usaha yang Amanah dan Professional yaitu:
2. Calon Pengelola usaha wajib mencari prospek investor, siapkan diri sebaik-baiknya dengan mempelajari soft skill mulai dari penampilan fisik, mental kepercayaan diri, gaya bicara dan aspek personal lainnya karena saat anda bertemu dengan calon Investor anda sedang "menawarkan dan menjual diri".
3. Kuasai dan tingkatkan kemampuan komunikasi, presentasi, negosiasi, analisis pasar, network/jaringan bisnis, management keuangan, akuntansi, organisasi dan management HRD, karena selain diperlukan saat menyusun proposal bisnis dan negosiasi dengan investor, juga sangat menentukan sukses tidaknya saat mengelola usaha nanti.
4. Susun Proposal dan Rencana Bisnis yang baik dengan parameter; singkat, menarik, product focus, di dukung riset seperti analisis produk, market, produksi dan analisis keuangan yang prospek dan rasional termasuk keuntungan apa yang ditawarkan untuk calon investor lalu buat dalam bentuk hard copy dan presentasi bila suatu saat diperlukan. Panduan menyusun Proposal Bisnis klik disini.
5. Usahakan bidang bisnis yang kita tawarkan tidak pasaran atau bisnis musiman seperti Toko Counter HP, Rental PS, Rental Mobil atau air isi ulang, tapi pilih yang "unik dan nendang" misalnya Kuliner Khas, walaupun sudah banyak tapi bila makanan khas yang enak dan jarang akan sangat menarik investor, atau IT Software Development dan makanan organik, obat herbal dll yang memang jarang dimiliki skillnya dan prospek tinggi. Dengan sering membaca link tentang bisnis, insya Allah sahabat KLINIK BISNIS akan dapat menemukan bisnis yang cocok.
6. Saya selalu menekankan ke siapapun yang memulai dan mencari bidang bisnis yang akan digeluti dengan kalimat ini "CARI DAN PILIH YANG PALING MUDAH, PALING MENGUNTUNGKAN DAN SESUAI PASSION/MINAT KITA" jangan dibalik sesuai minat dulu kecuali minatnya memang mudah dan prospek menguntungkan.
7. Hunting dan kumpulkan data calon investor mulai dari keluarga, family dan rekan terdekat dengan mencocokan jumlah kebutuhan modal usaha dengan kemampuan keuangan calon investor. Cara lain yang sangat efektif adalah gabung dengan banyak komunitas bisnis tempat bertemunya para pebinsis dan investor. Memang perlu waktu untuk mencari dan mendapatkan investor yang tertarik dan cocok dengan kita, tapi yakinlah berdasarkan pengalaman saya bila kita sungguh-sungguh ikhtiar membangun network, Investor idaman akan datang.
8. Bila sudah mendapat Investor, saya tidak akan pernah bosan ingatkan, buat PERJANJIAN TERTULIS dan tentukan bentuk kerjasama usahanya, apakah dalam bentuk pinjaman dalam bisnis anda, setoran modal atau saham dengan mendirikan perseroan (CV, PT, Koperasi), atau bentuk lainnya. Bentuk Badan Usaha Kerjasama akan saya bahas secara focus dalam artikel lain.


 C. Hak Pengelola usaha

1. Pengelola usaha berhak mengajukan dan dana modal ke Investor sesuai proposal dan rencana bisnis yang disepakati.
2. Pengelola usaha lazim mendapatkan porsi bagi hasil sebesar 60% dari keuntungan bersih usaha. Angka 60% ini tidak baku tapi hanya kelaziman yang terjadi dalam dunia kerjasama bisnis, maka negosiasi dan kesepakatanlah yang akan menjadi porsi yang tercantum dalam perjanjian.
3. Mengapa pengelola mendapat lebih besar? karena pengelola bertanggung jawab penuh terhadap jalannya usaha mulai dari perencanaan sampai pengawasan, sedangkan Investor hanya menyetorkan modal saja. Konsep bagi hasil ini sesuai sekali dengan semangat kinerja dalam ekonomi Islam yang jauh dari konsep kapitalis dimana hanya pemilik modal yang menentukan segalanya.
4. Pengelola usaha dan investor berhak menentukan dan menyepakati komponen biaya yang akan menjadi pengurang pendapatan untuk mendapatkan keuntungan bersih yang akan dibagi kedua belah pihak. Sangat saya tekankan cantumkan kesepakatan komponen biaya ini dalam PERJANJIAN TERTULIS yang saya sebutkan di poin B.8 diatas.
5. Apakah pengelola mendapat gaji rutin? pertanyaan ini sangat banyak saya terima, jawabannya adalah gaji atau dana yang di ambil oleh Pengelola untuk kebutuhan pribadai sesungguhnya adalah bagian bagi hasil yang ditarik dimuka dan harus mengurangi jumlah bagi hasil hak Pengelola saat pembayaraan bagi hasil dilakukan, atau dalam kata lain..
6. Pengelola boleh saja menarik dana bulanan untuk biaya hidup, tapi dana tersebut bukan gaji tapi bagi hasil yang ditarik di awal dan akan mengurangi jumlah bagi hasil saat pembagian nanti.
7. Bila anda Pengelola Usaha yang "KEUKEUH" ingin mendapat gaji bulanan tapi tidak mau bagi hasilnya berkurang, sebaiknya mundur sebagai pengelola usaha tapi cukup menjadi karyawan saja.
8. Pengelola dan Investor berhak menentukan dan menyepakati periode pembayaran bagi hasil apakah bulanan, triwulan, semester atau tahunan. Cara menentukan periode tersebut adalah sesuaikan dengan karakter bisnisnya sehingga secara cashflows tepat dan tidak memberatkan Pengelola.
9. Pengelola Usaha dan Investor berhak menentukan dan menyepakati secara tertulis dalam Perjanjian potensi risiko dan kemungkinan-kemungkinan yang dapat menimbulkan kerugian dan kebankrutan usaha dan pihak mana yang akan menanggung risiko tersebut.
10. Risiko yang disepakati disebabkan karena wan prestasi atau cacat amanah Pengelola, maka Pengelola wajib mengembalikan dana modal kepada Investor.
11. Biasanya dalam kerjasama usaha secara syariah, selama Pengelola tidak melakukan wan prestasi dalam menjalankan usaha dan keuangan, maka risiko kerugian dan kebangrutan usaha yang menjadi tanggung jawab Investor sepenuhnya, kecuali sifat dana Investasi tersebut adalah Pinjaman Berjangka Waktu yang wajib dikembalikan bila perjanjian kerjasama usaha telah selesai.

Demikian penjelasan sederhana saya, semoga bermanfaat.

Salam Semangat

Jumat, 05 Februari 2016

ILMU YAKIN

Minggu lalu saya dapat rejeki ilmu, waktu pulang dari satu tempat saya melihat seorang simbah-simbah berkain jarik membawa tenggok bambu sedang berjalan di pinggir jalan aspal yang ramai, langsung motor saya pepetkan di depan simbah itu..
"Ajeng ten pundi mbah? Monggo sareng leh kulo.." Saya mengajak simbah itu untuk saya boncengkan.
"Inggih mas, matur nuwun.." Tanpa ragu simbah itu naik ke boncengan, siuuutt! PW.. Posisi wuenak!
Motor saya gas pelan, ternyata siang itu saya akan dapat ilmu baru..

Namanya mbah Muji, sehari-hari jualan toge di sebuah pasar di Jogja. Kalau pagi mbah Muji diantar oleh cucunya naik motor sejauh 6 kilometer, cucunya lanjut kerja sampai sore sehingga tidak bisa menjemput mbah Muji ke pasar. Bubaran pasar jam 11 siang, mbah Muji pulang dengan naik bis, turun di perempatan jalan besar, lalu harus berjalan kaki 3 kilo sampai ke rumah di siang hari yang panas itu..
Whottt! Jalan kaki pulangnya?
Begini terjemahannya dari bahasa Jawa,
"Simbah dulu naik sepada mas tiap ke pasar, cuman sudah 5 tahun ini simbah diantar, pulangnya ngebis, sudah nggak kuat naik sepeda pulang-pergi.."
"Lho bukannya kalau pulang juga jalannya jauh mbah, 3 kilo lho sampai dusun nya simbah.."
"Mboten mas, selama 5 tahun ini hanya 3-4 kali simbah jalan sampai rumah, selalu tiap hari ada saja yang memboncengkan simbah, gonti-ganti orangnya, simbah diantar sampai depan rumah.. Simbah juga gak kenal mereka, ada yang tentara, ada yang cah kuliah, bergantian mereka memboncengkan simbah, padahal simbah juga tidak mengenal mereka.. Simbah yakin saja, pasti Allah yang akan memilihkan dari ratusan orang yang lewat di jalan itu untuk mengantar simbah setiap hari.. Biar jadi pahala mereka semua, simbah tidak bisa membalasnya..."

Wow.. Ilmu yakin Mbah Muji ini mengalahkan teknologi gojek, yang harus pakai gadged untuk memanggil jemputannya.
Seperti siang ini, ilmu yakin mbah Muji yang menarik motor saya dapat giliran mendekat dan merapat di depan langkahnya..
Besok pasti ada orang lain yang akan merapat lagi, mengantarkan simbah untuk pulang ke rumah.. Yakin deh! Dengan perbandingan 5 tahun hanya sesekali jalan kaki, simbah membuktikan Allah hadir setiap hari..

Bagaimana dengan kita?
Ketika "ilmu yakin" belum nancep di dada, kita sering ragu ketika berhadapan dengan masalah, yang dicari selalu solusi, bukan Allah.. Padahal Allah lah pemilik segala solusi.
Jadinya Allah dilupakan, solusi malah gak datang-datang..
Ketika masalah-masalah tak kunjung selesai, kita bersandar pada manusia yang juga lemah, curhat kesana sini, malah seperti mengumbar aib sendiri..

Padahal pesan Allah sangat jelas,
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
"Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya"
[QS. Ath Tholaq: 2-3]

Hutang belum selesai, sabarrr.. Bersandar terus pada Allah biar dikasih jalan keluar..
Ibadahnya makin digenjot habis, habissss sehabis-habisnya!

Masalah-masalah seperti buntu, gak ada jalan keluar, sabarr.. Minta ke Allah langsung semua solusinya, yakin pasti ada jalannya..

Ilmu yakin, "Aku ini diciptakan oleh Zat Yang Maha Kaya, kenapa aku harus takut menjadi miskin.."

Simbah sudah sampai di depan rumah, saya pamitan langsung, sambil menyalaminya, simbah mengguyuri saya dengan doa-doa yang membuat saya merinding mendengarnya..

Hari yang panas siang ini, entah mengapa jadi terasa sejuk tembus ke hati...

NB : Yakin itu bukan Soal bisa apa tidak..Tapi Soal IMAN..smkin Iman kita kuat smakin Kuat Keyakinan kita,smkin lemah iman kita smakin lemah pula Keyakinan kita..Dan Iman adalah Urusan kita dengan Allah..

Copas Dari Sebelah Belum Di edit

 

:. Semoga Bermanfaat.:

 

 

 

Sabtu, 16 Januari 2016

Self Leadership

Tiga hukum dasar tentang bagaimana seseorang mau melakukan sesuatu, yaitu:

1.       Seseorang baru akan mengerjakan sesuatu ketika suka dan senang melakukannya.

2.       Orang mungkin akan melakukan sesuatu karena terpaksa atau takut suatu ancaman.

3.       Seseorang akan melakukan sesuatu karena sudah menjadi “kewajibannya” namun ia akan kehilangan semangat dalam melakukannya.

 

Ref: Muhammad SAW The Super Leader Super Manager hal. 70

Sabtu, 19 Desember 2015

Quantum Avatar Empowering Belief

 “Keyakinan Anda menentukan tindakan Anda dan tindakan Anda menentukan hasil Anda, tetapi pertama-tama Anda harus yakin.’

Mark Victor Hansen

 

“Ukuran kesuksesan Anda bergantung pada ukuran keyakinan Anda.”

David J. Schwartz


Anda telah membuat well-formed outcome dengan baik dan mewujudkannya dengan tindakan nyata dalam kehidupan. Anda pun juga telah menyadari diri Anda dengan kelebihan-kelebihan Anda dan mengembangkannya terus menerus. Satu hal yang dapat mendukung kelancaran tindakan Anda mencapai outcome adalah keyakinan (belief).

Keyakinan adalah kondisi atau keadaan percaya dalam Diri Anda terhadap sesuatu pada tingkat yang tinggi. Keyakinan dapat bersifat universal dan kebenarannya dapat dibuktikan oleh siapapun. Contohnya : matahari terbit di timur dan terbenam di barat, bumi berputar mengelilingi matahari, satu tahun terdiri dari 12 bulan dan sebagainya.

Keyakinan dalam diri manusia ada yang bersifat pribadi atau kita namakan saja keyakinan pribadi. Keyakinan ini terbentuk dari keluarga, agama, pendidikan, lingkungan pergaulan, guru, media dan lain-lain. Keyakinan pribadi ini berisi tentang kehidupan sehari-hari yang bersifat umum seperti pekerjaan, keuangan, manusia dan hal-hal khusus seperti keyakinan dalam mencapai outcome. Keyakinan pribadi dapat menjadi dibagi dalam keyakinan yang memberdayakan (
 empowering belief ) dan keyakinan yang membatasi (limiting belief ).

Berikut contoh empowering belief :

1.             banyak orang sukses maka saya juga bisa;

2.             saya memiliki kekuatan untuk mencapai outcome;

3.             memiliki kekayaan itu baik;

4.             mendapatkan uang itu mudah dengan cara tertentu;

5.             dan lain-lain.

Sedangkan contoh limiting belief :

1.             saya terlalu muda untuk sukses;

2.             orang kaya itu jahat, sehingga saya tidak perlu kaya;

3.             saya memiliki banyak kekurangan untuk sukses;

4.             sukses itu perlu modal besar;

5.             dan lain-lain.

Anda sekarang tentu setuju bahwa keyakinan yang memberdayakan adalah yang mendukung Anda mencapai outcome, sebaliknya keyakinan yang membatasi akan menghambat bahkan melakukan sabotase terhadap Anda. Namun seringkali banyak orang tidak menyadari dalam dirinya apa saja yang menjadi empowering belief dan apa saja yang limiting belief. Semuanya terkesan berjalan secara otomatis tanpa dapat dikendalikan.

Saya yakin Anda telah mengetahui sebabnya. Anda masih ingat bahwa kesadaran manusia terdiri atas kekuatan sadar ( 12 % ) dan bawah sadar ( 88 % ). Keyakinan-keyakinan yang telah mengendap di bawah sadar akan bergerak secara otomatis. Apabila keyakinan itu adalah empowering belief, Anda tentu menyadari kekuatan itu semakin luar biasa mendorong Anda mencapai outcome Anda. Namun sebaliknya bila yang mengisi bawah sadar seseorang adalah limiting belief maka orang itu tidak menyadari ada sabotase untuk melemahkan usaha mencapai outcomenya.

Salah satu manfaat berkomunikasi dengan diri sendiri adalah menggali keyakinan-keyakinan yang sudah tertanam dalam diri Anda. Anda boleh melakukan langkah-langkah berikut untuk mengetahui keyakinan dalam diri Anda yang mungkin tidak Anda sadari :

1.             Carilah waktu luang untuk berkomunikasi dengan diri sendiri kurang lebih 1 jam dan bebaskan diri Anda dari hal-hal yang mungkin mengganggu seperti dering handphone.

2.             Bila perlu sampaikanlah kepada orang-orang dekat Anda seperti keluarga bahwa selama waktu tersebut agar tidak berkomunikasi dengan Anda karena Anda memerlukan waktu untuk sendiri, Anda dapat mengatakan sedang melakukan perenungan.

3.             Anda dapat menyetel musik relaksasi jika menyukainya, musik relaksasi dapat membantu Anda masuk dalam kondisi relaks sehingga memudahkan Anda dalam komunikasi dalam diri Anda dan mulailah membuat diri Anda relaks dengan duduk di tempat yang nyaman bagi Anda, baik tubuh maupun pikiran serta menikmati suasana di sekeliling Anda yang membantu relaks lebih nyaman, baik suara musik relaksasi atau udara sekitar Anda.

4.             Bila sudah relaks, berbicaralah dengan diri Anda dan sampaikanlah rasa terima kasih Anda dengan cara Anda sendiri, contoh “ Tubuh dan pikiranku, saya menyampaikan terima kasih atas support kalian selama ini dalam setiap kegiatan saya. Terima kasih juga atas kesediaan untuk berkomunikasi saat ini”.

5.             Lanjutkan dengan menyampaikan keinginan untuk menggali keyakinan yang berada dalam diri Anda, contoh “Bagian yang menyimpan dan mengelola keyakinan, mohon katakan keyakinan-keyakinan yang ada dalam diri saya yang ada hubungannya dengan …….... (Anda mengisi titik-titik dengan kebutuhan Anda seperti outcome, karir/bisnis dan lain-lain).

6.             Tunggulah pesan yang akan disampaikan oleh diri Anda yang dapat berupa gambaran, sensasi rasa atau kata-kata, untuk pesan kata-kata biasanya terjadi pada mereka yang sudah terbiasa berkomunikasi dengan baik dengan bagian-bagian dirinya (Ego State) dan bila berupa gambaran atau sensasi rasa saja Anda mungkin kesulitan menafsirkannya.

7.             Bila berupa gambaran atau sensasi rasa Anda dapat kembali berkomunikasi agar mendapat pesan yang jelas, contoh “Terima kasih atas gambaran yang muncul tadi, mohon bagian yang menyimpan dan mengelola keyakinan bersedia mengatakan dalam kata-kata yang saya mengerti”.

8.             Setelah selesai, sampaikan terima kasih kepada diri Anda atas informasi dan komunikasi yang dilakukan.

Selamat, Anda telah mengetahui keyakinan dalam diri Anda. Anda tinggal memilahnya apakah keyakinan Anda tersebut empowering belief atau limiting belief. Beruntung bila Anda memiliki empowering belief, Anda meneruskan tindakan Anda untuk mencapai outcome.

Bagaimana bila ternyata Anda memiliki limiting belief ? Anda juga beruntung karena pembahasan berikut adalah teknik mengubah limiting belief menjadi empowering belief. Selamat !

Menghancurkan Tembok Mental Block

“Jika Anda percaya bahwa Anda mampu melakukan sesuatu, atau Anda percaya bahwa Anda tidak mampu, dalam kedua hal itu Anda mungkin benar.”

Henry Ford

 

“Jangan membatasi diri Anda. Kebanyakan orang membatasi diri mereka terhadap apa yang mereka pikir mampu mereka lakukan. Anda dapat terus maju sejauh batasan pikiran Anda. Apa yang Anda yakini, percayailah, Anda mampu mewujudkannya.’

Mary Kay Ash


Ada yang menamakan limiting belief sebagai mental block yang memiliki pengertian yang sama. Mental block adalah kondisi mental yang menghambat seseorang dalam mencapai keinginannya yang sebenarnya berasal dari belief atau keyakinan yang membatasi. Singkat kata, limiting belief adalah sama dengan mental block dalam kata yang berbeda.
 

Dengan demikian seperti janji saya sebelumnya, tulisan ini akan membahas cara mengubah limiting belief menjadi empowering belief yang sekaligus juga berarti menghancurkan tembok mental block. Teknik ini bukan cara satu-satunya, tetapi lebih kepada cara untuk memantapkan komunikasi dengan diri Anda dengan lebih baik lagi.

Bahkan teknik ini tidak saja bermanfaat untuk menghancurkan mental block tetapi lebih jauh manfaatnya untuk kebutuhan lain. Bapak Ronny F. Ronodirdjo, seorang Licensed Trained NLP™ dari The Society of NLP™ mengajarkan teknik ini dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan. Setelah mempelajari dan mempraktekkannya, Anda dapat menggunakannya sesuai kebutuhan Anda untuk hal-hal lain.

Teknik ini dinamakan six steps reframing ( enam langkah untuk membingkai ulang) dan sesuai dengan namanya terdiri dari 6 langkah. Teknik ini akan bermanfaat dengan lebih optimal apabila sebelumnya Anda rajin melakukan komunikasi dengan diri sendiri. Kesadaran Anda akan menyampaikan informasi yang jelas bagi Anda. Seringkali orang yang tidak pernah berkomunikasi dengan dirinya atau sering konflik dengan dirinya, akan mengalami penolakan atau tidak menghasilkan apapun melalui teknik ini.

Berikut ini langkah-langkah dalam six step reframing :

1.             Siapkan limiting belief yang ingin Anda ubah.

2.             Lakukan permintaan komunikasi dengan bagian diri Anda yang memegang limiting belief tersebut. Pada langkah dua ini Anda boleh menyampaikan terima kasih dan meminta kesediaan bagian diri Anda yang memegang limiting belief untuk berbicara. Tunggulah sampai bagian tersebut menjawabnya dan bila Anda sering berkomunikasi baik dengan diri Anda, jawaban tersebut akan berupa kata-kata yang tidak perlu Anda tafsirkan lagi.

3.             Tanyakan bagian diri Anda yang memegang limiting belief tersebut apakah maksud positif dengan belief seperti itu dan dengarkanlah jawaban yang disampaikan.

4.             Mintalah kepada bagian kreatif dalam diri Anda untuk mengajukan 3 keyakinan baru (empowering belief tentunya) yang sesuai dengan maksud positif yang disampaikan dalam langkah 3. Pada diri Anda memiliki bagian yang bertugas untuk menghasilkan hal-hal yang kreatif, sehingga Anda hanya perlu meminta pada bagian ini.

5.             Ajukanlah 3 keyakinan baru kepada bagian diri Anda yang memegang limiting belief untuk memilih satu di antaranya dan menggantikannya dengan limiting belief sebelumnya. Bila bagian diri Anda yang memegang limiting belief menolak keyakinan baru ini, kembali ke langkah 4 untuk meminta bagian kreatif membuat 3 keyakinan baru berikutnya setelah itu baru lanjutkan pada langkah 6.

6.             Periksa kesesuaian (ekologis) dengan bagian diri Anda yang lain dengan menanyakan “Seluruh bagian diri saya, apakah ada yang keberatan dengan empowering belief yang baru ini dalam mencapai outcome saya ?” Bila Anda tidak mendapat keberatan, Anda dapat berterima kasih kepada seluruh diri Anda telah melakukan langkah untuk mengganti limiting belief dengan empowering belief. Namun bila ada keberatan, Anda harus mengulang kembali dari langkah 4, 5 dan 6 sampai seluruh bagian diri Anda dapat menerima keyakinan baru tersebut.

Selamat Anda telah melatih cara untuk mengubah limiting belief menjadi empowering belief ! Atau dalam kata lain, Anda telah menghancurkan mental block dan selanjutnya memiliki mental yang mendorong / memberikan kekuatan kepada Anda dalam mewujudkan outcome Anda.

sumber : buku "YOU ARE THE REAL PERSONAL SUCCESS"

 

 

  

Ary Sandiarto,

Mobile: (555) 555-5555

www.ary-project.com

www.islam1101.blogspot.com

Seven Brother’s Corp.

 

 

Senin, 30 November 2015

Sekilas Info: Perguruan Tinggi Ikatan Dinas

IKATAN DINAS :
Mohon diinfokan kepada Siswa.. orang tua yg ingin menyekolahkan lanjut putra/i nya
Bagi saudara yang lulus SMA/K Tahun ini, bersama ini kami sampaikan
Daftar Perguruan Tinggi Ikatan Dinas dan Beasiswa Penuh, yaitu:
1. Akademi Ilmu Pemasyarakatan Jakarta, Jalan Raya Gandul Cinere, Jakarta selatan, website
www.depkumham.go.id

2. Akademi Kimia Analis Jawa Barat, Jalan Ir H Juanda 7, Bogor, website
www.aka.ac.id

3. Akademi Pimpinan Perusahaan Jakarta, Jalan Timbul 34, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, website
www.app-jakarta.ac.id

4. AKAMIGAS-STEM – Akademi Minyak dan Gas Bumi (Sekolah Tinggi Enerji dan Mineral) di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI. Lokasi kuliah Cepu, Jawa Tengah (Kawasan Rig dan pengeboran minyak) – Info bisa dilihat di
www.akamigas-stem.esdm.go.id

5. AKIP – Akademi Ilmu Permasyarakatan di bawah Kementerian Hukum dan HAM. Pendaftaran online di
www.depkumham.go.id atau www.ecpns.kemenkumham.go.id Lokasi kuliah di Depok.

Ceramah Ust, Yusuf Mansur

Kisah nyata yg diceritakan oleh Ustadz Yusuf Mansur di Kampus UI beberapa bulan lalu.
Dengan gaya khas beliau bercerita :

“Ada kawan saya yang pengen banget anaknya jadi 'Pengusaha Tambang'. Lantas sejak anak itu masuk SMA, kawan saya ini udah giatin ibadah. 
.  Tahajud oke,
.  Dzikir oke, 
.  dan Wirid oke, 
.  Sedekah pun oke juga...

Beliau pengen anaknya bisa kuliah di ITS atau ITB, jadi 'Ahli Tambang'. 
Hingga pada saat anak ini kelas 12 (SMU kelas 3), Bapaknya jual motor satu-satunya yang beliau miliki untuk disedekahkan, berharap Rahmat dan kelancaran dari Allah untuk test anaknya.

Anaknya ikut seleksi SBMPTN ambil di ITB dan ITS, ambil mandiri juga.
Ambil jurusannya gak jauh-jauh dari 'Pertambangan & Metalurgi' sebab udah jadi cita-citanya dari dulu.
Singkat cerita, ini anak kagak lolos SBMPTN . 
Masih lega sebab masih ada cadangan yang lewat mandiri. 

Mandiri ITB pun gak lolos. 
Si bapak bingung "kok Allah gak ngabulin impiannya sih?" 
Dia kepengen anaknya jadi 'Ahli Tambang' biar punya manfaat buat ummat di kemudian hari.
Bapaknya pun sudah kehabisan biaya untuk ikut test dan bimbel karena untuk ini & itu pasti perlu banyak biaya. 
Akhirnya pasrah, si anak memutuskan untuk kerja. 
Gak jadi tukang tambang tapi 'Jadi Supir Pribadi'... 
Jauh sekali dari yang diharapkan Bapaknya.
Si anak Tawakkal kepada Allah...
Pasrah sepasrah-pasrahnya sama Allah. 
Sambil yakin “Pasti Allah baek ama gue, ini semua pasti ada Hikmahnya ”.

Nah… Kebetulan si anak ini jadi 'Supir Boss Besi' di Surabaya. 
Tiap hari ini anak anterin boss nya ke tempat-tempat pengumpul 'Besi Bekas' di daerah Jawa. 
Dari Banten sampe ke Jatim udah di datengin semua buat ketemu klien. 
Si Boss ngajarin ini anak :
» gimana memilih Besi yg Bagus, 
» dimana beli Besi Bagus,
» dan kemana harus dijual.

Singkat cerita...
2 tahun sudah ini anak kerja jadi 'Supir si Boss Besi'. 
Si Boss Besi gak punya anak lelaki, akhirnya si boss putuskan dgn istrinya:
“Bu, anak ini amanah, cukup cerdas, biar dia aja yg pegang usaha kita, jadi kita tinggal ngawasin dia aja!”. 

Hati anak ini bergetar. 
Betapa Allah mengabulkan permintaan ayahnya. 
Ia sekarang jadi 'Pengusaha Tambang Besi! Subhanallah.....
Bahkan ketika temen-temennya yang lolos di pertambangan ITS dan ITB masih kuliah, dia yg kemarin gak lolos 'Udah Jadi Pengusaha'. 

Lucunya...
Ketika si anak ini menginterview calon karyawan nya lalu melihat CV nya, ternyata si calon karyawan ini lulusan ITB yg seangkatan dengannya, gumamnya dalam hati : “ehmmm saingan gue dulu nih.”. 

Yang lolos masih jadi karyawan tapi yg gak lolos malah jadi boss. 
Heran kan? 
Gak usah heran! 
Inilah cara Allah yang kita tidak dapat bocorannya saat itu
Ente bisa punya mimpi jadi dokter... Lalu Allah beri ente penghalang menuju mimpi itu, tapi kalo ente jernih memandang Allah, maka :
~~~~~~~~~~~~~~~~~
          'Kegagalan' 
bukanlah Penghalang. 
~~~~~~~~~~~~~~~~~
Itu justru jalan tol ente semua menuju kesuksesan yg telah Allah rencanakan.

Yusuf Mansur 3 kali ditolak di IAIN Jakarta (sekarang UIN), berkali-kali ditolak di UI, tapi sekarang… 

Alhamdulillah....
Yusuf Mansur diundang jadi tamu kehormatan di UI...
yang waktu itu lolos? Belum tentu.”

Yuk terus doakan anak2 qt. Semoga memotivasi kita semua!
Semangat menginspirasi!” Insya Allah
Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS

Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR

Jika setiap do’a kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR

Seorang yang dekat dengan ALLAH, bukan berarti tidak ada air mata

Seorang yang TAAT pada ALLAH, bukan berarti tidak ada KEKURANGAN

Seorang yang TEKUN berdo’a, bukan berarti tidak ada masa-masa SULIT

Biarlah ALLAH SWT yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena ALLAH TAU yang tepat untuk memberikan yang TERBAIK

Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN

Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN

Ketika hatimu terluka sangat dalam……, maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN

Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN

Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN

Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kamu tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAHHATIAN

Tetap Semangat….
Tetap Sabar….
Tetap Tersenyum…..
Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN

ALLAH SWT menaruhmu di “tempatmu” yang sekarang, bukan karena “KEBETULAN”……

Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan.
MEREKA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & AIR MATA……

Sabtu, 17 Oktober 2015

Intisari

Insya Allah
Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS

Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR

Jika setiap do’a kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR

Seorang yang dekat dengan ALLAH, bukan berarti tidak ada air mata

Seorang yang TAAT pada ALLAH, bukan berarti tidak ada KEKURANGAN

Seorang yang TEKUN berdo’a, bukan berarti tidak ada masa-masa SULIT

Biarlah ALLAH SWT yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena ALLAH TAU yang tepat untuk memberikan yang TERBAIK

Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN

Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN

Ketika hatimu terluka sangat dalam……, maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN

Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN

Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN

Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kamu tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAHHATIAN

Tetap Semangat….
Tetap Sabar….
Tetap Tersenyum…..
Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN

ALLAH SWT menaruhmu di “tempatmu” yang sekarang, bukan karena “KEBETULAN”……

Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan.
MEREKA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & AIR MATA……

 

Di sarikan dari ceramah Ust. Yusuf Mansur

Selasa, 28 Juli 2015

Quantum Avatar Empowering Belief


 “Keyakinan Anda menentukan tindakan Anda dan tindakan Anda menentukan hasil Anda, tetapi pertama-tama Anda harus yakin.’
Mark Victor Hansen

“Ukuran kesuksesan Anda bergantung pada ukuran keyakinan Anda.”
David J. Schwartz


Anda telah membuat well-formed outcome dengan baik dan mewujudkannya dengan tindakan nyata dalam kehidupan. Anda pun juga telah menyadari diri Anda dengan kelebihan-kelebihan Anda dan mengembangkannya terus menerus. Satu hal yang dapat mendukung kelancaran tindakan Anda mencapai outcome adalah keyakinan (belief).

Keyakinan adalah kondisi atau keadaan percaya dalam Diri Anda terhadap sesuatu pada tingkat yang tinggi. Keyakinan dapat bersifat universal dan kebenarannya dapat dibuktikan oleh siapapun. Contohnya : matahari terbit di timur dan terbenam di barat, bumi berputar mengelilingi matahari, satu tahun terdiri dari 12 bulan dan sebagainya.

Rabu, 12 Maret 2014

SI INTROVERT PUN BISA MENJADI PEMIMPIN

Pada umumnya seorang pemimpin yang kuat adalah yang agresif, mudah bergaul dan dominan. Ini adalah stereotipe sebagaimana diperlihatkan dalam film, tokoh motivator, maupun pemimpin yang berhasil dan terkenal di dunia. Sebaliknya, status dan reputasi seorang pemimpin yang pendiam dan introvert kurang dihargai dan diapresiasi sehingga karirnya menjadi stagnan. Akan tetapi beberapa lingkungan kerja juga lebih tepat bagi seorang pemimpin yang pendiam dan introvert.
 Ray Williams, Presiden dan CEO Ray William Associates di Vancouver, Canada mengatakan, terlalu banyak gaya kepemimpinan ekstrovert telah membawa kesalahan-kesalahan dalam bisnis maupun dalam pengambilan keputusan. Lingkungan kerja butuh sebuah keseimbangan antara introvert dan ekstrovert. Tak hanya pada level pemimpinan namun seluruh tingkat.
Kekuatan dari seorang introvert seperti menjadi pendengar yang baik, perencana yang hebat, talk less do more, membuka kesempatan bagi introvert untuk maju sebagai pemimpin.

Senin, 18 November 2013

Tips dari Warren Buffett untuk Anak Muda

Di bawah ini adalah tips dari Warren Buffett (salah satu orang paling kaya di dunia) untuk anak muda. Silakan simak baik-baik:

"Jauhkan dirimu dari pinjaman/hutang, dan berinvestasilah dengan apa yang kau miliki. Ingat,

- Uang tidak menciptakan manusia, manusialah yang menciptakan uang.
- Hiduplah sederhana, sebagaimana dirimu sendiri.
- Jangan melakukan apa pun yang dikatakan orang. Dengarkan mereka, tapi lakukan apa yang baik saja.
- Jangan memakai merek. Pakailah yang benar-benar nyaman untukmu.
- Jangan habiskan uang untuk hal-hal yang tidak benar-benar penting.
- Jika hal-hal di atas telah membuahkan keberhasilan dalam hidupmu, berbagilah dan ajarkan pada orang lain."

Catatan:

Orang yang berbahagia bukanlah orang yang hebat dalam segala hal, tapi orang yang bisa menemukan hal sederhana dalam hidupnya dan mengucap syukur.

 

Jumat, 15 November 2013

Sudah Siap Menjadi Pemimpin?

Sudah Siap Menjadi Pemimpin?


Anggi Indriani Tami - Institut Pertanian Bogor (Artikel Bulan Desember) Kadangkala kita tidak merasa mampu, malu, bahkan takut untuk menjadi seorang pemimpin. Takut dikritik, takut salah, takut tidak didukung, dan sebagainya. Padahal, jika kamu mau berkaca, memandang diri sendiri, kamu akan menemukan sosok pemimpin di sana. Sekurang-kurangnya, pemimpin diri sendiri. Yah, walaupun kamu tidak memimpin orang lain, setidaknya kamu memimpin diri sendiri.
Jika kamu berhasil mengatur waktu, menahan rasa takut, menghadapi masalah yang menimpa diri kamu dengan tenang, itu berarti kamu sudah berhasil menjadi seorang pemimpin. Tinggal bagaimana kamu mengembangkan karakter pemimpin dalam diri kamu sendiri. Berikut tips bagaimana kamu bisa belajar mengembangkan karakter pemimpin dalam diri kamu:

Minggu, 10 November 2013

Tuhan Menciptakan Sifat Introvert dan Extrovert

Salam readers…
Beberapa tahun silam saya boleh berbangga dapat menemukan diri saya sebagai seorang introvert. Memang benar, titik balik seseorang itu prasyaratnya adalah mengenali diri dimana berada dan karenanya bisa menentukan arah hidup. Tampaknya para introvertian baru sadar bahwa dirinya sebagai introvert mempunyai fungsi khusus di dunia ketika mencapai umur matang.
Perikehidupan di dunia ini sekilas tampak cenderung extrovert. Namun pernahkah Anda bertanya mengapa Tuhan menciptakan dua sifat yang pada titik ekstem berada pada kutub yang sangat bertolak belakang. Extrovert pada dunia luar, dan introvert pada dunia dalam.

Sabtu, 25 Mei 2013

7 Mitos Tentang "Si Pendiam" di Kantor

ORANG Indonesia sejak kecil diajarkan “sedikit bicara banyak bekerja” dan “diam itu emas”.
Dari dua ungkapan ini disimpulkan, seseorang yang tidak banyak bicara biasanya bisa bekerja lebih efektif, daripada membuang-buang waktu untuk membicarakan hal tak penting.
Tetapi, perubahan zaman dan kebutuhan komunikasi yang tinggi membuat pepatah ini rasanya tidak lagi berlaku. Saat ini orang berlomba-lomba bicara, mengeluarkan pendapat, menyuarakan keinginan, termasuk saat bekerja.

Kamis, 16 Mei 2013

Menghancurkan Tembok Mental Block

 “Jika Anda percaya bahwa Anda mampu melakukan sesuatu, atau Anda percaya bahwa Anda tidak mampu, dalam kedua hal itu Anda mungkin benar.”

Henry Ford

“Jangan membatasi diri Anda. Kebanyakan orang membatasi diri mereka terhadap apa yang mereka pikir mampu mereka lakukan. Anda dapat terus maju sejauh batasan pikiran Anda. Apa yang Anda   yakini, percayailah, Anda mampu mewujudkannya.’

Mary Kay Ash

 

 

 

 

Ada yang menamakan limiting belief sebagai mental block yang memiliki pengertian yang sama. Mental block adalah kondisi mental yang menghambat seseorang dalam mencapai keinginannya yang sebenarnya berasal dari belief atau keyakinan yang membatasi. Singkat kata, limiting belief adalah sama dengan mental block dalam kata yang berbeda. 

 

Dengan demikian seperti janji saya sebelumnya, tulisan ini akan membahas cara mengubah limiting belief menjadiempowering belief yang sekaligus juga berarti menghancurkan tembok mental block. Teknik ini bukan cara satu-satunya, tetapi lebih kepada cara untuk memantapkan komunikasi dengan diri Anda dengan lebih baik lagi.

 

Bahkan teknik ini tidak saja bermanfaat untuk menghancurkan mental block tetapi lebih jauh manfaatnya untuk kebutuhan lain. Bapak Ronny F. Ronodirdjo, seorang Licensed Trained NLP™ dari The Society of NLP™mengajarkan  teknik ini dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan. Setelah mempelajari dan mempraktekkannya, Anda dapat menggunakannya sesuai kebutuhan Anda untuk hal-hal lain.

 

 

Teknik ini dinamakan six steps reframing ( enam langkah untuk membingkai ulang) dan sesuai dengan namanya terdiri dari 6 langkah. Teknik ini akan bermanfaat dengan lebih optimal apabila sebelumnya Anda rajin melakukan komunikasi dengan diri sendiri. Kesadaran Anda akan menyampaikan informasi yang jelas bagi Anda. Seringkali orang yang tidak pernah berkomunikasi dengan dirinya atau sering konflik dengan dirinya, akan mengalami penolakan atau tidak menghasilkan apapun melalui teknik ini.

 

Berikut ini langkah-langkah dalam six step reframing :

  1.  Siapkan limiting belief yang ingin Anda ubah.
  2.  Lakukan permintaan komunikasi dengan bagian diri Anda yang memegang limiting belief tersebut. Pada langkah dua ini Anda boleh menyampaikan terima kasih dan meminta kesediaan bagian diri Anda yang memegang limiting belief untuk berbicara. Tunggulah sampai bagian tersebut menjawabnya dan bila Anda sering berkomunikasi baik dengan diri Anda, jawaban tersebut akan berupa kata-kata yang tidak perlu Anda tafsirkan lagi.
  3.  Tanyakan bagian diri Anda yang memegang limiting belief tersebut apakah maksud positif dengan belief seperti itu dan dengarkanlah jawaban yang disampaikan.
  4.  Mintalah kepada bagian kreatif dalam diri Anda untuk mengajukan 3 keyakinan baru (empowering belieftentunya) yang sesuai dengan maksud positif yang disampaikan dalam langkah 3. Pada diri Anda memiliki bagian yang bertugas untuk menghasilkan hal-hal yang kreatif, sehingga Anda hanya perlu meminta pada bagian ini.
  5. Ajukanlah 3 keyakinan baru kepada bagian diri Anda yang memegang limiting belief untuk memilih satu di antaranya dan menggantikannya dengan limiting belief sebelumnya.  Bila bagian diri Anda yang memegang limiting belief menolak keyakinan baru ini, kembali ke langkah 4 untuk meminta bagian kreatif membuat 3 keyakinan baru berikutnya setelah itu baru lanjutkan pada langkah 6.
  6.  Periksa kesesuaian (ekologis) dengan bagian diri Anda yang lain dengan menanyakan “Seluruh bagian diri saya, apakah ada yang keberatan dengan empowering belief yang baru ini dalam mencapai outcome saya ?” Bila Anda tidak mendapat keberatan, Anda dapat berterima kasih kepada seluruh diri Anda telah melakukan langkah untuk mengganti limiting belief dengan empowering belief. Namun bila ada keberatan, Anda harus mengulang kembali dari langkah 4, 5 dan 6 sampai seluruh bagian diri Anda dapat menerima keyakinan baru tersebut.

 

Selamat Anda telah melatih cara untuk mengubah limiting belief menjadi empowering belief ! Atau dalam kata lain, Anda telah menghancurkan mental block dan selanjutnya memiliki mental yang mendorong / memberikan kekuatan kepada Anda dalam mewujudkan outcome Anda.

 

 sumber : bagian Sukses 18 dari buku "YOU ARE THE REAL PERSONAL SUCCESS"

 YOSANDY LIP SAN